Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jalur Mudik Lintas Sumatera:Truk Dilarang via Medan-Brastagi

Dinas Perhubungan Sumut melarang truk melintasi rute Medan-Brastagi selama musim mudik Lebaran, sejak 27 Agustus hingga 1 september

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dinas Perhubungan Sumut melarang truk melintasi rute Medan-Brastagi selama musim mudik Lebaran, sejak 27 Agustus hingga 1 September.

''Ini untuk mengurangi kemacetan di jalur Medan-Brastagi, yang hingga saat ini belum ada alternatifnya,'' ujar Kasi Angkutan Pada Bidang Darat Dishub Sumut, Thomas Andrian, saat ditemui Tribun, Kamis (25/8/2011).

Ia mengatakan pelarangan ini dikenakan pada mobil barang bermuatan 7,5 ton, angkutan peti kemas, kereta gandengan dan tempelan. Ini sudah disosialisasikan sejak awal 1 Agustus. Sebelumnya, Dishub Sumut membatasi jam operasi truk  via jalur ini, hanya malam hari.

Thomas mengakui rute wisata seperti Medan-Brastasi dan Prapat merupakan titik rawan macet selama mudik Lebaran ini.
Untuk jalur Medan-Prapat, kemacetan kerap terjadi di kawasan Lubukpakam sampai Tebingtinggi saja. Apalagi saat ini sedang ada perbaikan jembatan di sekitar Serdangbedagai. Mengantisipasi kemacetan tersebut, pengendara dapat menggunakan jalur alternatif melalui Galang-Dolokmasihul- Tebingtinggi.

''Jarak tempuhnya memang lebih jauh, sekitar 20 kilometer lebih jauh dibanding jalur biasa. Selanjutnya, jalur Tebingtinggi- Siantar-Prapat cenderung lapang dan jalannya juga dalam kondisi baik,'' katanya.

Thomas mengakui Dishub Sumut masih fokus pada pembenahan rute jalan yang ada sekarang. Belum memikirkan rute alternatif seperti di Jawa.

''Kalau di Sumatera Utara, kemacetan memang kadang-kadang terjadi di beberapa titik, namun masih bisa diatasi oleh petugas yang sudah disiagakan di titik rawan macet. Terlebih jalur untuk mudik tergolong dalam keadaan baik dan tidak ada yang mengalami kerusakan parah,'' katanya.

Namun, Thomas mengaku tak menyepelekan hal tersebut. Ia dan petugas lain akan tetap bersiaga. Bahkan tim untuk mensurvei jalur alternatif jika terjadi keadaan darurat sudah disiagakan.

" Mereka nanti akan bertugas juga untuk melakukan pemilihan rute-rute alternatif apabila terjadi hal-hal yang bersifat darurat," katanya.

Titik rawan hampir setiap daerah akibat jalan dimanfaatkan jadi pasar tumpah, dan pungutan sumbangan. Berdasar data dari Dishub Sumut, jumlah pemudik yang menggunakan bus dan kendaraan pribadi saat Lebaran ini meningkat 5 persen dari 2010.

  Loading comments...
© 2016 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas