Tribunnews.com

Sleman Gelar Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi

Jumat, 18 November 2011 09:44 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Mona Kriesdinar
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman selenggarakan event budaya bertajuk Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi, mulai Sabtu (19/11/2011) hingga Minggu (20/11/2011), di lapangan Candibinangun, Pakem.

Kepala Bidang Peninggalan Budaya dan Nilai Tradisi Disbudpar Sleman, Aji Wulantara mengatakan, event tersebut merupakan wujud ekspresi kehidupan masyarakat Sleman. "Masyarakat Sleman adalah masyarakat “Bumi Merapi” yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat," ujarnya.

Sehingga tak heran pihaknya pun kemudian menggunakan logo event bergambar Gunung Merapi yang memiliki lima warna utama, yakni hijau, biru, putih, merah dan kuning. Serta dilengkapi pula dengan tulisan yang berbunyi “Panca karsa hanggayuh jangkaning sedya” yang bermakna harafiah 5 (lima) keinginan mencapai tujuan.

Warna hijau memiliki makna kemakmuran, biru cita-cita luhur, putih kesucian, merah keberanian dan kuning bermakna kejayaan. Imajinasi masyarakat bumi Merapi mencerminkan 5 (lima) hal secara bersama-sama untuk membangun keinginan dan spirit untuk mewujudkan masyarakat sejahtera yang berbudaya.

Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, selaku koordinator publikasi, menyatakan, persiapan pelaksanaan event tersebut sudah dilaksanakan secara matang. Sehingga diharapkan gelaran event tersebut nantinya dapat berjalan sesuai rencana dan benar-benar menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.

Agenda Sabtu (19/11/2011) pukul 10.00 adalah Festival Dolanan Anak Tradisional yang diikuti oleh 12 Sekolah Dasar, yaitu SD Model Wedomartani,SD Ngemplak I Widodomartani, SD Randusari Bimomartani dari Kecamatan Ngemplak, SD Soprayan Girikerto,SD Ledoknongko Bangunkerto asal Kecamatan Turi, SD Brengosan, SD Sariharjo asal Kecamatan Ngaglik, SD Muhhammadiyah, SD Percobaan 3 asal Kecamatan Pakem, SD Banyurejo, asal Kecamatan Tempel serta SD Bronggang Baru dan SD Kowang asal Kecamatan Cangkringan. Dilanjutkan dengan pementasan Tarian “Darmaning Satria”.

Kirab Budaya yang dimulai pukul 14.00 WIB dengan start dari Lapangan Harjobinangun menuju Lapangan Candibinangun Pakem setidaknya akan melibatkan 18 kelompok yang meliputi drumband SMPN 1 Ngemplak, Kecamatan Pakem, Bregada Ganggeng Samodra, SMK Karya Rini, Sanggar Kembang Sakura, SMK 2 Maarif Tempel, Dayakan “Simo Merapi”, Kecamatan Tempel, Bank BRI Sleman, Rampak Buto, Kecamatan Ngemplak,Desa Wisata Pentingsari, Jathilan “Sendi Budaya”, Kecamatan Cangkringan, Bregada Prajurit Ki Ageng Wonolela, SMAN 1 Pakem, STIPRAM Yogyakarta dan Drumband MTs YAPPI.

Pada saat pembukaan Festival Kesenian Sleman pukul 15.30 semua peserta kirab budaya mengikuti rangkaian acara tersebut dilanjutkan dengan display drumband dan komunitas seni budaya. Sedangkan pada malam harinya pukul 19.00 WIB berupa pentas karawitan siswa dan sanggar dari Siswa MTSN Sleman Kota, pertunjukan Trengganon asal Parakan Sendangsari Minggir, dan sanggar karawitan “Sang Bumi” asal Minomartani Ngaglik Sleman.

Pentas dalang cilik dilakukan oleh dalang Ki Bayu Probo Prasongko Aji yang merupakan siswa kelas 8 SMPN 3 Kalasan asal Sanggar Lampis Ireng Purwomartani Kalasan dengan lakon “Kongso Adu Jago”.

Pentas Seni Tradisional Kerakyatan Minggu 20 November 2011 pukul 10.00 – 17.00 WIB oleh Peksi Moi asal Sokawetan Bangunkerto Turi, Kesenian Dayakan “Siswo Kawedar” asal Wonosari Bangunkerto Turi, Rampak Buto asal Kawedan Bangunkerto Turi, dan Jathilan “Krido Mudo” asal Candibinangun Pakem. (*)

© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved