Tribunnews.com

Macam-macam Tanggapan Soal Uang Pembagian Anas

Selasa, 21 Februari 2012 08:49 WIB
Macam-macam Tanggapan Soal Uang Pembagian Anas
Tribunnews.com/Yogi Gustaman
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum panen raya udang di Indramayu, Kamis (26/1/2012). (TRIBUNNEWS.COM/Yogi Gustaman) 

Laporan Tim Wartawan Tribun Timur

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sejumlah pengurus Demokrat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan pada periode yang menjabat saat kongres di Bandung memberi tanggapan berbeda-beda atas pengakuan adanya pembagian uang dari Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Pangkep, Lutfhi Hanafi, sebelumnya mengungkapkan, dirinya ditawari uang 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 95 juta (asumsi kurs saat itu Rp 9.500/dolar AS).

Ketua DPC Demokrat Takalar, Ikrar Kamaruddin, menyatakan tidak tahu kalau ada masalah pemberian "gizi" kepada peserta kongres. Terutama bagi pendukung Anas. "Saya tidak bisa komentari DPC  yang ke Anas waktu itu. Posisi saya jelas, Takalar di Marzuki Ali,"kata Ikrar, Senin (20/2/2012).

Ikrar kembali terpilih sebagai ketua DPC Demokrat periode keduanya. "Pengakuan seperti itu jangan ditelan mentah-mentah. Jangan sampai ada unsur politiknya," lanjut Ikrar.

Sementara mantan Ketua Demokrat Toraja, Embon Tandipayuk, mengaku tidak tahu-menahu soal pemberian uang menjelang kongres.

Pasalnya, saat kongres berlangsung ia nonaktif di posisi ketua. Saat itu, Embon nonaktif karena maju di Pilkada Toraja dan diusung PDK dan PDS. "Saat kongres,  yang direkomendasikan untuk memilih dari partai itu Edi Mangnga. Silakan hubungi beliau. Saat itu saya nonaktif," kata Embon. Embon kemudian digantikan Viktor Datuan di Muscab Demokrat Toraja.

0 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
Terkini
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved