Tribunnews.com

Longsor Tidak Hambat UN di Bandung Barat

Senin, 23 April 2012 13:14 WIB
Longsor Tidak Hambat UN di Bandung Barat
(Tribun Pekanbaru/Theo Rizki)
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -  Menyikapi longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat akhir-akhir ini, Bupati Bandung Barat, Abubakar, mengimbau para kepala sekolah penyelenggara UN untuk terus memonitor keadaan kawasan sekitarnya dengan cara terus berkoordinasi dengan polsek dan pemerintah desa atau kecamatan. Sehingga, pendistribusian soal dan lembar jawaban tidak akan terhambat.

"Sampai saat ini belum ada laporan bahwa pendistribusian materi ujian terhambat. Begitu juga dengan pelaksanaan UN SMA yang lalu. Kami imbau juga kepada peserta UN untuk tidak memercayai kunci jawaban yang betedar saat UN. Itu penipuan," kata Bupati.

Setiap SMP/MTs penyelenggara UN, ucapnya, akan mengambil soal dan lembar jawaban di 5 subrayon yang tersebar di lima titik di Kabupaten Bandung Barat ini, yakni SMPN 1 Lembang, SMPN 3 Padalarang, SMPN 1 Cikalongwetan, SMPN 1 Cililin, dan SMPN 1 Sindangkerta. Kemudian, menyerahkannya kembali ke subrayon tersebut.

Selain bisa diambil dan diserahkan kembali di 5 subrayon, soal dan lembar jawaban pun bisa diambil dan diserahkan di 7 ranting lainnya, seperti SMPN 1 Cipatat, SMPN 1 Batujajar, dan SMPN 2 Gununghalu. Soal dan lembar jawaban baru bisa diambil di ranting dan subrayon setiap pukul 06.00 dan diserahkan kembali ke 12 titik inisiang harinya.

Penambahan 7 ranting ini dilakukan supaya soal dan lembar jawaban bisa sampai ke tangan para peserta tepat waktu. Selain itu, dengan penambahan 7 ranting ini, jarak antara sekolah dengan tempat isolasi soal pun lebih dekat sehingga memperkecil kemungkinan distribusi soal dan lembar jawaban terhambat di perjalanan akibat longsor yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

Sampai saat ini, belum terdapat kekurangan pada paket soal dan lembar jawaban UN sebab masih dibungkus dalam bentuk paket. Setelah dibuka di seluruh sekolah penyelenggara UN, kata Kepala Bidang SMP/MTs Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bandung Barat, Asep Setia Permana, barulah ketahuan kekurangan atau kecacatan pada soal yang bisa saja terjadi. Apabila terdapat kekurangan pada soal dan lembar jawaban, pihaknya siap mengatasinya sesegera mungkin.

Di Kabupaten Bandung Barat, terdapat 229 sekolah penyelenggara UN yang terdiri atas 135 SMP dan 94 MTs. Sedangkan, UN di Kabupaten Bandung Barat diikuti 16.576 peserta SMP dan 5.199 peserta MTs. UN ini akan diawasi oleh 2.295 pengawas.

0 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved