Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bunga Edelweis Harapan Korban Erupsi Merapi

Erupsi Merapi pada 2010 silam, menyebabkan banyak korban, baik nyawa maupun harta.

Bunga Edelweis Harapan Korban Erupsi Merapi
TRIBUNNEWS.COM/IMAN SURYANTO
Erupsi Merapi 

TRIBUNNEWS.COM, JOGJAKARTA - Erupsi Merapi pada 2010 silam, menyebabkan banyak korban, baik nyawa maupun harta.

Ratusan rumah hancur, begitu pula ladang para petani yang luluh lantak. Namun, lebih dari satu tahun berselang, erupsi merapi mulai memperlihatkan manfaatnya bagi warga sekitar.

Ribuah hektare hutan kini sudah mulai menghijau. Sektor pariwisata pun semakin menggeliat, seiring banyaknya wisatawan yang ingin menyaksikan sisa-sisa kedahsyatan terjangan wedhus gembel.

Hal itu tak lepas dari bidikan warga untuk mengais rezeki dari para pengunjung kawasan wisata lava tour, di Kinahrejo, Cangkringan.

Ada yang bekerja sebagai pemandu wisata, petugas parkir, serta tak sedikit yang menekuni usaha berjualan makanan kecil, jualan kerajinan, serta makanan khas yang kerap ditemukan di lereng Merapi berupa menu tempe jaddah.

Darto (40) adalah satu di antara sekian banyak pedagang yang menggantungkan hidup dari berjualan bunga abadi, atau lebih dikenal dengan sebutan bunga edelweis.

Bunga ini banyak ditemukan di sekitar jalur pendakian dan wilayah Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan. Lantaran keawetan dan keindahannya, bunga ini menjadi buruan para wisatawan untuk cinderamata.

"Lumayan untuk menambah pendapatan keluarga," ujar Darto saat ditemui beberapa waktu lalu.

Berjualan bunga edelweis bagi Darto cukup menjanjikan. Dalam sehari, ia sanggup menjual rata-rata sebanyak 10 ikat bunga. Karena laris itu pula, maka tak heran di lokasi itu kini setidaknya ada 20 pedagang bunga sejenis.

Jika sedang ramai pengunjung, setiap pedagang paling banyak sanggup menjual 15-20 ikat bunga setiap hari. Terutama, pada puncak kunjungan yang biasanya jatuh pada akhir pekan.

  Loading comments...
© 2016 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas