Tribunnews.com

Pemprov Berikan Penghargaan untuk 20 Tokoh Jabar

Senin, 24 Desember 2012 08:54 WIB
Pemprov Berikan Penghargaan untuk 20 Tokoh Jabar
Net
Iyar Wiyarsih

TRIBUNNEWS.COM -- Pada usianya yang ke-80 ini anugerah demi anugerah mulai diraihnya. Kegembiraaan dan rasa bangga yang tiada terkira pun seakan tak tertahan lagi dalam benak sosok ibu dua anak yang kini sudah menjadi nenek dengan 7 cucu dan 9 cicit ini. 

Air mata pun akhirnya terurai saat ia menerima penghargaan bidang seni dan budaya dari Pemerintah Provinsi Jabar pada acara "Malam Kilas Balik dan Pemberian Penghargaan Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata Jawa Barat 2012" di Hotel Horison, Minggu (23/12/2012) malam.

Dialah Iyar Wiyarsih, pencipta lagu Mojang Priangan, yang sehari sebelumnya juga menerima penghargaan Lemah Cai dalam acara "Ngaruat Lemah Cai: Panggung Indung" di Hotel Preanger, Jumat (21/12/2012) malam. Pada awal tahun ini pun seni karawitan atau kepesindenan Iyar mendapat perhatian Disparbud Jabar melalui Program Pewarisan Seni Tradisional 2012.

Penghargaan sebelumnya yang sudah diterimanya adalah Anugerah Budaya dari Disbudpar Pemkot Bandung tahun 2009, penghargaan dari Bupati Bandung tahun 1993, Gubernur Jabar tahun 1985, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1981, dan pertama kali penghargaan datang dari Menteri Penerangan RI tahun 1977.

"Alhamdulillah, kamari kenging, ayeuna kenging. Asa kagunturan madu, kaurugan menyan putih. Kenging kabingah, nugraha anu kacida ageung nilaina," tutur Iyar saat ditemui Tribun setelah menerima penghargaan.

Iyar, yang sudah aktif manggung sejak usia 15 tahun dan hampir 100 lagu yang sudah diciptakannya, mendapat penghargaan di bidang seni bersama 10 seniman dan budayawan lainnya, yakni Gugum Gumbira (seni tari), Sanggar Indra Kusuma (sanggar tari), Vredi Kastam Marta (seni teater), Ajie Esa Poetra (seni musik), Rastika dan penerusnya (seni rupa), H Usep Romli (seni sastra), R Achmad Wiriaatmadja (kepala museum), Remy Silado (budayawan), Kampung Kuta (kampung adat), dan Ayi Ruhiyat (seni karawitan).

Penghargaan Pemprov Jabar 2012 itu juga diberikan kepada empat tokoh seni, budaya, dan pariwisata bidang khusus kepada almarhum Tosin Muchtar (seniman karawitan), almarhum Atik Soepandi (seniman karawitan), almarhum Maman Nurjaman (seni rupa), dan Rucita (seni pedalangan). Ada pula pemberian penghargaan kepada pelaku pariwisata, yaitu Imam Hudaya (tokoh pendidikan pariwisata), Dadang Hendar (penggerak pariwisata), Nicolas Lumanau (profesi pariwisata), Kawah Putih (tempat wisata), dan Henry Husada (pengusaha pariwisata).

Semua tokoh yang mendapat penghargaan dari Pemprov Jabar dan mendapat uang kadeudeuh masing-masing Rp 15 juta itu merupakan hasil penilaian tim penilai yang dilakukan sepanjang tahun 2012. Tim penilai diketuai Prof Dr Hj Nina H Lubis, dengan anggota Suhendi Afryanto SKar MM, Prof Iyus Rusliana SST, Herry Dim, Soni Farid Maulana, Gustaff Hariman Iskandar, Dr H Moh Liga Suryadana, H Herman Muchtar, dan Khoirul Fajri SE MM.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan setelah memberikan penghargaan kepada para tokoh mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan seni, budaya, dan pariwisata di Jabar semakin maju. Ia berharap industri budaya Sunda bisa berkembang pesat hingga dunia internasional.

Selain dihadiri istri gubernur Netty Heryawan, acara itu juga dihadiri para tokoh Jabar seperti Uu Rukmana (Wakil Ketua DPRD Jabar), Popong Otje Junjunan, dan para seniman serta budayawan Jabar lainnya.

Kepala Disparbud Jabar Drs Nunung Sobari MM dalam sambutannya mengatakan, penghargaan itu merupakan salah satu bentuk apresiasi Pemprov Jabar di bidang seni, kebudayaan, dan pariwisata. Penghargaan itu diharapkan dapat menumbuhkembangkan apresiasi masyarakat pada ketiga bidang itu dan bisa menjadi pendorong semangat berkreasi bagi para pelaku seni, budaya, dan pariwisata, serta meningkatkan jalinan kemitraan dengan semua stakeholder.

Pada acara itu juga diluncurkan buku G30S/PKI, Sebelum dan Sesudahnya, yang ditulis Nina H Lubis. Nina menyerahkan buku tersebut kepada Gubernur Jabar sebagai tanda peluncurannya. (ddh)

Pemeroleh Penghargaan
A. Bidang khusus :
1. Almarhum Tosin Muchtar (seniman karawitan)
2. Almarhum Atik Soepandi (seniman karawitan)
3. Almarhum Maman Nurjaman (seni rupa)
4. Rucita (seni pedalangan)

B. Bidang seni budaya:
1. Gugum Gumbira (seni tari)
2. Iyar Wiyarsih (seni karawitan)
3. Sanggar Indra Kusuma (sanggar tari)
4. Vredi Kastam Marta (seni teater)
5. Ajie Esa Poetra (seni musik)
6. Rastika dan penerusnya (seni rupa)
7. H Usep Romli (seni sastra)
8. R Achmad Wiriaatmadja (kepala museum)
9. Remy Silado (budayawan)
10. Kampung Kuta (kampung adat)
11. Ayi Ruhiyat (seni karawitan)

C. Bidang pariwisata:
1. Imam Hudaya (tokoh pendidikan pariwisata)
2. Dadang Hendar (penggerak pariwisata)
3. Nicolas Lumanau (profesi pariwisata)
4. Kawah Putih (tempat wisata)
5. Henry Husada (pengusaha pariwisata)

Baca juga;

© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved