Tribunnews.com

Ramli Akhirnya Resmi Jadi Anggota DPRD Nunukan

Rabu, 20 Februari 2013 12:14 WIB
Ramli Akhirnya Resmi Jadi Anggota DPRD Nunukan
TRIBUN KALTIM/Niko Ruru
Rapat paripurna dengan agenda LKPJ Bupati Nunukan akhir tahun anggaran 2011, Selasa (1/5/2012) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Nunukan. (Niko Ruru/Tribun Kaltim) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Ramli, Rabu (20/2/2013) resmi dilantik sebagai anggota antar waktu DPRD Kabupaten Nunukan. Ramli diambil sumpahnya pada Rapat Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah Janji Anggota DPRD Pengganti Antar Waktu Sisa Masa Bhakti 2009-2014 mengantikan Almarhum Anwar RN dri Partai Golkar, hari ini di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nunukan.

Paripurna pengambilan sumpah dipimpin Ketua DPRD Nunukan Nardi Azis serta disaksikan para anggota DPRD Nunukan dan tamu undangan.

Puluhan personel kepolisian dibantu personel dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Nunukan ikut mengamankan jalannya pengucapan sumpah janji tersebut.

Ramli mengisi kekosongan di Fraksi Partai Golkar DPRD Nunukan menggantikan almarhum Anwar RN yang wafat Maret tahun lalu.

Ngatidjan yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Nunukan mengatakan, masuknya Ramli sebagai anggota DPRD Nunukan tidak akan merombak organisasi Fraksi Partai Golkar di DPRD Nunukan. Ramli tetap duduk sebagai anggota fraksi yang diketuai Andi Lukman. Begitu pula posisinya di Komisi I DPRD Nunukan yang hanya sebagai anggota.

Proses PAW ini berlangsung lama karena sebelumnya ada konflik internal terkait pengisian kekosongan jabatan itu. Haji Musliadi, sebagai peraih suara terbanyak ketiga merasa berhak mengisi kekosongan kursi tersebut.

Namun pria yang akrab disapa Haji Dadi itu secara resmi telah diberhentikan dari keanggotaan Partai Golkar berdasarkan surat keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Dengan diberhentikannya Dadi, kursi lowong itu diisi Ramli sebagai peraih suara terbanyak keempat setelah Asmah Gani, Anwar RN dan Dadi. Asmah Gani sebelumnya mengundurkan diri karena terpilih sebagai Wakil Bupati Nunukan 2011-2016.

Pemberhentian Musliadi menyusul pengunduran dirinya dari kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Nunukan. Ia juga dinilai melanggar disiplin partai karena jelas-jelas mendukung secara aktif pasangan calon bupati dan wakil bupati Nunukan Asmin Laura Hafid dan Karel Sompotan, yang tidak didukung Partai Golkar.

0 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved