Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Warga Miskin Tak Dapat Balsem, Aco Minta Pemerintah Pusat Lakukan Koreksi

Sebanyak 5.000 warga kurang mampu di kota Makassar tidak mendapatkan bantuan langsung sementara

Warga Miskin Tak Dapat Balsem, Aco Minta Pemerintah Pusat Lakukan Koreksi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Warga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -Sebanyak 5.000 warga kurang mampu di kota Makassar tidak mendapatkan bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem).

Temuan 5000 "mustahiq" Balsem itu setelah pemerintah kota (Pemkot) Makassar menelusuri melalui tim investigasi. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin meminta tambahan penerima Balsem di Pusat.

"Temuan kami berkisar 5000 warga miskin yang tersebar di kota Makassar tidak terdaftar sebagai penerima Balsem, makanya kami usulkan tambahan di pusat, kami juga tetap menyokong warga, namun BLSM itu juga hak mereka," kata Ilham saat menyerahkan bantuan beras kepada 205 warga miskin di kelurahan Mario, di Kantor Kecamatan Mariso, Minggu (4/8).

Ketua Partai Demokrat Sulsel ini mengaku sering mendapat keluhan dari warga, "dan ternyata dari hasil penelusuran kami ternyata itu betul, mereka ini yang seharusnya dapat bantuan itu," Aco, sapaan Ilham menambahkan.

Ilham meminta Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Pemkot Makassar untuk segera mengakomodir 5.000 nama tersebut pada pembagian Balsem tahap kedua.

“Dari hasil kordinasi kami dengan ketua RT dan RW, dari 44217 jiwa penerima Balsem di Makassar, ditemukan angka 1500 jiwa yang seharusnya tidak layak menerima karena tidak masuk dalam kriteria miskin, " katanya.

s"ehingga temuan kita masukkan kedalam usulan agar pemerintah pusat melakukan koreksi. Artinya jika ini dipenuhi, Pemerintah Pusat harus melakukan penambahan sebanyak 3.500 lagi nama agar seluruh warga yang berhak sudah terakomodir di tahap kedua,“ jelas Ilham.

Wali Kota Beli Beras Dolog

Terkait distribusi beras raskin, Ilham bersyukur karena warga Kelurahan Mario bisa merasakan raskin, meskipun  kelurahan itu tidak termasuk dalam data BPS tahun 2011.

"Ini yang kami herankan, padahal di kelurahan ini termasuk wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Di momentum ramadan ini, kami jadikan ajang rembuk dengan berbagai pihak, akhirnya kami carikan solusi kerjasama, kami membeli beras murah di Dolog, inilah yang kami salurkan hari ini," ujar Ilham.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala badan pemberdayaan masyarakat, Irwan bangsawan menjelaskan bahwa setiap KK mendapat raskin 15 kilo.

“Insya Allah, kedepan, warga miskin di kelurahan Mario sudah tercatat sebagai penerima raskin karena anggarannya sudah dimasukkan rancangan APBD perubahan tahun ini," katanya.
 

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Widiyabuana Slay
Sumber: Tribun Timur
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas