close [x]
Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pembunuhan Sadis di Bandung

Keanehan dan Kejanggalan Pembunuhan Sisca Yofie

Empat hari sudah berlalu sejak Sisca Yofie ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah dekat indekosnya

 
Keanehan dan Kejanggalan Pembunuhan Sisca Yofie
FACEBOOK
Sisca Yofie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat hari sudah berlalu sejak Sisca Yofie ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah dekat indekosnya di kawasan Cipedes, Bandung. Hingga kini polisi masih belum bisa menemukan siapa dua pelaku yang menyeret tubuh Sisca ke aspal hingga tewas.

Namun, ada beberapa keanehan dan kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian. Hal-hal yang mengganjal itu antara lain, misteri mengenai apakah Sisca dibunuh terlebih dahulu untuk kemudian jasadnya diseret hingga 500 meter. Atau, Sisca memang dihabisi nyawanya dengan cara keji oleh dua pelaku menggunakan sepeda motor diseret dan dibacok kepalanya.

Dari CCTV yang diperoleh pihak kepolisian dan sudah menyebar luas ke publik melalui media massa terlihat kedua pelaku menyeret tubuh manajer sebuah perusahaan lembaga jasa keuangan tersebut. Tetapi, anehnya saat diseret tidak terlihat ada upaya meronta-ronta dari Sisca.

Jasad Sisca di dalam CCTV terlihat kaku dan tidak bergerak saat diseret kedua pelaku. Bahkan, ada beberapa saksi yang mengaku melihat kedua pelaku menyeret sebuah benda yang dikiranya sebuah boneka.

Polisi memang sudah menyimpulkan bahwa motif pelaku menghabisi nyawa Sisca adalah dendam. Itu terlihat dari tidak adanya barang-barang Sisca yang raib diambil sang pembunuh.

"Motifnya diduga dendam. Tapi perlu ditelusuri lagi apakah pemicunya karena asmara, pekerjaan, keluarga atau lainnya. Ini akan terjawab dan terungkap setelah pelakunya ditangkap," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul beberapa waktu lalu.

Satreskrim Polrestabes Bandung juga sudah meminta keterangan 10 orang saksi di antaranya pihak keluarga dan rekan kerja Sisca.

Halaman
Penulis: Willy Widianto
Editor: Hendra Gunawan
 
  Loading comments...
© 2016 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas