Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Warga Ketagihan Air Ajaib dari Pasemah Air Keruh Empatlawang

Ratusan warga dari berbagai daerah, mendatangi lokasi Suban Air Panas, yang baru diketemukan tiga pekan terakhir.

Warga Ketagihan Air Ajaib dari Pasemah Air Keruh Empatlawang
SRIPOKU.COM/WILIEM WIRA KUSUMA
Sejumlah warga tengah mandi di sumber air panas di Suban, Pasemah Air Keruh Empatlawang. Mereka percaya, air panas ini bisa menyembuhkan penyakit. 

TRIBUNNEWS.COM, TEBINGTINGGI - Ratusan warga dari berbagai daerah, berduyun-duyun mendatangi lokasi Suban Air Panas, yang baru diketemukan tiga pekan terakhir.

Sumber air panas tersebut, berada di Desa Penantian, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan. Sebagian besar warga, sengaja datang untuk berobat alias menyembuhkan penyakit.

Menurut warga, penyakit ringan bisa langsung sembuh jika mandi di sana. Ajaibnya, penyakit berat seperti stroke, hanya butuh waktu dua minggu saja.

Sungai kecil aliran air panas yang sudah bercampur dengan air dingin itu, kini telah disediakan tempat berendam dengan dibuatnya bendungan tradisional menggunakan kepingan papan.

Warga terus berdatangan sejak pagi hingga sore hari, untuk mandi dan berendam. Selain mandi, ada juga yang membawa pulang air dengan menggunakan jeriken dan lainnya.

Di sekitar lokasi, terdapat semacam pengumuman yang berisi beberapa larangan. Antara lain, larangan melintasi tempat tertentu yang banyak lumpur panas dengan suhu mencapai 90,8 derajat Celsius. Bahkan disebutkan juga pada bagian hulu mencapai 98 derajat Celsius, sehingga sangat panas.

Pengunjung juga dilarang bicara sembarangan atau berbuat tidak senonoh, karena daerah ini masih dianggap angker. Tempat yang dilarang bagi pengunjung ditandai dengan pagar dari tali plastik warna merah.

Hawijah (80), warga Desa Bandaraji, Kecamatan Sikapdalam yang berjalan saja harus dipapah juga datang ke lokasi pemandian ini untuk berobat. Dia mengaku merasakan sedikit perubahan positif setelah sekali mandi di sana.

"Sudah dua bulan ini badan saya terasa dingin dan kepala sering sakit. Setelah mandi, rasanya sudah mendingan," katanya.

Sementara itu, Ensi (40), warga Muara Saling, Kecamatan Saling, Kabupaten Empatlawang mengaku, baru sekali mandi pemandian itu.

"Tangan saya sering nyeri. Ya, dicoba dulu, siapa tau benar-benar ada khasiatnya dan memang berharap bisa sembuh," harapnya.

Pemilik lahan yang mengelola Suban Air Panas, Mikron (34) mengatakan, sejak tiga minggu ini lokasi tersebut selalu ramai dikunjungi warga.

Awalnya, dia sempat melarang pengunjung melintasi kebunnya, karena bisa merusak. Apalagi sebagian besar dari mereka menggunakan kendaraan. Namun, sepertinya masyarakat tidak bisa dicegah. Sempat dibuat pagar, tapi masih diterobos.

Akhirnya, Mikron membuat kesepakatan dengan warga yang datang dengan membayar Rp 1.000 per orang sebagai kompensansi kerusakanlahan.

Dia juga akan mengelola pemandian dengan membersihkan lokasi aliran air serta membuat bendungan untuk mandi. "Tiga minggu ini selalu ramai, bahkan ada yang sudah berendam sebelum subuh," jelasnya. (st2)

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Sriwijaya Post
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas