Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gereja di Batu Malang Diancam Bom

Melalui panggilan telepon, seseorang melakukan teror dan mengatakan akan mengebom salah satu gereja di Kota Batu,

Gereja di Batu Malang Diancam Bom
tim gegana 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Melalui panggilan telepon, seseorang melakukan teror dan mengatakan akan mengebom salah satu gereja di Kota Batu, Sabtu (14/1/2017) pukul 12.59 WIB.

Teror ini selanjutnya disampaikan kepada petugas piket di Polres Batu. Polisi berjanji akan mengusut peneror tersebut.

“Kami masih pendalaman dan masih menyelidiki, kami yakinkan akan kami cari siapa peneleponnya,” kata Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata saat dihubungi.

Ia mengatakan, penjagaan dari polisi akan tetap dilakukan di tiap gereja. Penjagaan itu dijamin tak akan mengganggu aktivitas di gereja.

Sementara itu, aktivitas di gereja dijamin akan berlangsung seperti biasa.

Berdasarkan informasi yang Surya himpun, teror bom di gereja disampaikan lewat panggilan telepon oleh seorang laki-laki.

Namun, pihak polisi belum bisa memastikan jenis kelamin peneror.

“Belum. Kami belum bisa pastikan laki-laki atau perempuan,” sambungnya.

Tak banyak kalimat yang disampaikan oleh peneror. Salah satunya, ia menyampaikan akan ada ledakan di salah satu gereja di Kota Batu.

Leonardus pun belum bisa memastikan motif dari teror itu. Meskipun, hasil penyisiran hingga Sabtu petang menunjukkan hasil nihil.

Para peneror, kata dia, akan melanggar undang-undang terorisme.

Setelah menerima informasi tersebut, Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jatim menerjunkan satu tim untuk mengecek empat gereja yang ada di Kota Batu.

Tim tersebut terlebih dulu mendatangi Gereja Katolik Gembala Baik di Jalan Ridwan Nomor 16.

“Di sana Alhamdulillah kami nyatakan aman dan steril dari bom maupun bahan peledak,” kata Kanit Jimob Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jatim Iptu Sumantri, Sabtu (14/1/2017), sore.

Wilayah gereja yang cukup luas, kata dia, membuat penyisiran membutuhkan waktu cukup lama.

Setelah gereja tersebut, tim juga meluncur ke tiga gereja lain di Kota Batu.

Ia menjelaskan, tim yang dikerahkan sekaligus adalah tim yang akan menjaga debat Calon Wali Kota Batu yang digelar malam harinya.

“Sekarang masih sterilisasi (gereja) dulu. Setelah ini tim akan standby di tempat debat calon wali kota sampai proses debat selesai,” tambahnya.

Menurut Sumantri, informasi yang disampaikan pihak Polres Malang Batu, peneror tidak menyebut spesifik nama gereja yang diteror.

Namun sebelumnya, Gereja Katolik Gembala Baik sudah pernah diteror terkahir kali pada 14 November lalu.

Teror tersebut disampaikan langsung ke gereja. Informasi tersebut kemudian disampaikan ke pihak kepolisian.

Penanganan di gereja, sebut dia, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bom, yakni sterilisasi menggunakan visual dan peralatan deteksi milik Unit Jibom.

Di Gereja Katolik Gembala Baik, petugas menyisir seluruh titik gereja, mulai dari tempat bagi para jemaat, altar, halaman, hingga tiap sudut gereja.

Petugas menyisir menggunakan alat pendeteksi bahan peledak. Selama proses penyisiran tersebut, gereja di jaga ketat oleh petugas.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas