Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Khawatir Keselamatan Siswa, Jaro Ade Bongkar ''Sekolah Terpal''

Tidak hanya gedung sekolah, sambung Jaro, infrastruktur desa yang menjadi PR bersama. Sebab, jalan desa merupakan corong akan kemajuan perekonomian

Khawatir Keselamatan Siswa, Jaro Ade Bongkar ''Sekolah Terpal''
ISTIMEWA
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi, bersama Camat Cigudeg dan warga masyarakat setempat merobohkan Sekolah Terpal -julukan untuk kelas Jauh SDN Sirnaasih- di Kampung Cisarua, RT 01/07, Desa Banyuresmi, Cigudeg. Sedianya, akan dibangun gedung sekolah dengan infrastruktur yang memadai di wilayah tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Setelah enam tahun berdiri, Sekolah Terpal julukan untuk kelas Jauh SDN Sirnaasih, di Kampung Cisarua, RT 01/07, Desa Banyuresmi, Cigudeg, dirobohkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi bersama Camat Cigudeg dan warga masyarakat setempat.

Menurut pria yang disapa Jaro Ade, aksi pembongkaran bangunan sekolah beratapkan terpal dan beralaskan tanah itu lantaran khawatir akan keselamatan 24 siswa yang sedang belajar.

“Untuk siswa kelas IV yang menempati kelas terpal di pindahkan ke rumah Bapak Rojak yang berada RT 02/07 dan tak jauh dari sekolah tersebut,” kata Jaro Ade sambil menggendong seorang bocah di kampung tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi berfoto bersama anak-anak warga di Kampung Cisarua, RT 01/07, Desa Banyuresmi, Cigudeg.

Dalam keterangannya, untuk sementara kata Jaro Ade, para siswa kelas IV akan tetap bersekolah dengan menempati rumah warga yang sudah dikontrak.

Selama ini, Sekolah Terpal berada di atas tanah hibah seluar 540 meter dari Pak Enur, kakek berusia 85 tahun.

Dianggap tak mumpuni untuk bangunan sekolah, akhirnya diambil keputusan bersama untuk menambah luas tanah di sekitar lokasi seluas 1300 meter.

“Pemerintah Daerah sangat berterima kasih kepada warga yang sudah menghibahkan tanahnya untuk keperluan pendidikan,” ujar Jaro yang disambut meriah warga setempat.

Kakek Enur sampai menangis haru mengetahui tanah hibahnya akan dibangun sekolah. Dia juga senang sisa tanahnya yang 1300 meter dibayarkan untuk perluasan sekolah.

“Uang hasil jual tanah buat tambahan setor haji, karena saya dan istri memang ingin sekali menunaikan ibadah haji,” ungkap Kakek Enur.

Tidak hanya gedung sekolah, sambung Jaro, infrastruktur desa yang menjadi PR bersama. Sebab, jalan desa merupakan corong akan kemajuan perekonomian warga.

“Jarak dari jalan utama ke sekolah tersebut masih 3 kilometer, jalanannya pun curam dan melewati hutan. Dan jumlah guru di Cisarua hanya ada 3 orang,” tuturnya.

Jaro Ade menuturkan, pembangunan SD Sirnaasih itu sudah dijadwalkan Pemda setempat.

“Tahun ini dibangun RKB (Ruang Kelas Baru) dari APBD sebesar Rp 593.406.000 setelah tanah hibah bertambah jadi 1840 meter, maka pemerintah pusat melalui Mendikbud harus membantu anggaran pembangunannya. Kita butuh RKB dari kelas 1 sampai kelas 6,” jelas Jaro Ade.

Sementara itu, Camat Cigudeg Acep Sajidin sangat bersyukur dan berterimah kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor Jaro Ade yang sudah menghibahkan tanah untuk kepentingan sekolah kelas jauh SD Negeri Sirnaasih.

“Karena tanah sudah ada, tinggal pembangunan gedung sekolah. Belum lama ini, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah siap membangunkan tiga lokal ruang kelas. Idealnya itu ada enam lokal. Tentunya kekurangan tiga lokal ruang kelas akan diusulkan ke Pemkab Bogor,” katanya.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas