Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak

Sengketa Pilkada Pati: Kalau Pertimbangkan Suara Golput, Kotak Kosong Bisa Kalahkan Paslon

Pilkada Kabupaten Pati menghasilkan jumlah suara untuk paslon Haryanto-Saiful Arifin sebesar 519.627 berbanding 177.771 suara di kotak kosong.

Sengketa Pilkada Pati: Kalau Pertimbangkan Suara Golput, Kotak Kosong Bisa Kalahkan Paslon
net
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Gerakan Masyarakat Pati (Geram Pati), Nurkholis Hidayat membacakan bukti berupa data saat menjadi pemohon dalam sidang perselisihan pemilihan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdekat Barat, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Data itu salah satunya menunjukkan paslon tunggal Pilkada Kabupaten Pati, Haryanto-Saiful Arifin bisa saja dikalahkan oleh perolehan suara kotak kosong.

"Kalau pertimbangkan jumlah golput yang mencapai hampir 50 persen (tepatnya 38,1 persen) ditambah jumlah suara di kotak kosong, bisa saja paslon kalah," ujar Nurkholis Hidayat.

Pilkada Kabupaten Pati menghasilkan jumlah suara untuk paslon Haryanto-Saiful Arifin sebesar 519.627 berbanding 177.771 suara yang ada di kotak kosong.

Sementara jumlah daftar pemilih tetap di Kabupaten Pati adalah sebesar 823.590.

Geram Pati sendiri merupakan pemilih aktif yang menyatakan gugatannya kepada paslon Haryanto-Saiful Hidayat karena ditengarai melakukan kecurangan saat hari pencoblosan.

"Kami hadir sebagai bagian dari demokrasi yaitu alat kontrol dan koreksi karena dalam pilkada yang hanya ada paslon tunggal tidak ada pihak lawan yang secara langsung melakukan hal tersebut," ungkapnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas