Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak

Komisoner Komnas HAM: Ajari Warga Papua Berdemokrasi, Jangan Malah Diadu

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai mengingatkan agar warga Papua diajari dalam berdemokrasi, bukannya dibenturkan

Komisoner Komnas HAM: Ajari Warga Papua Berdemokrasi, Jangan Malah Diadu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Komnas HAM Natalius Pigai 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai mengingatkan agar warga Papua diajari dalam berdemokrasi, bukannya dibenturkan dalam pelaksanaan pilkada.

“Orang Papua diajari (demokrasi), bukannya (malah) diadu-adu dengan aturan (pilkada),” kata Natalius Pigai di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Pernyataan Natalius Pigai tersebut untuk menanggapi sejumlah kerusuhan di beberapa wilayah Papua Barat pasca pelaksanaan Pilkada serentak beberapa waktu lalu.

Natalius Pigai mencontohkan kasus di Kabupaten Maybrat.

Pihaknya menemukan indikasi sejumlah kecurangan yang terjadi di 25 tempat pemungutan suara (TPS) oleh penyelenggara maupun tim sukses salah satu pasangan.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan pencoblosan pada 15 Februari 2017, diduga surat suara yang ada di 25 TPS itu telah dicoblos oleh oknum.

“Ini jelas-jelas melanggar hak memilih yang merupakan lingkup kerja dari Komnas HAM,” katanya.

Dengan banyaknya TPS yang sudah dikondisikan oleh oknum itu, membuktikan ada upaya sistematis untuk mengganggu proses demokrasi di tanah Papua.

“Ini benar-benar sudah melanggar HAM dan harus segera diselesaikan secara tuntas,” katanya.

Karena itu, ia meminta MK untuk menyidangkan kasus pilkada di Papua secara adil dan transparan agar tidak terjadi gesekan diantara para pendukung pasangan calon yang bisa saja berujung pada diintegrasi bangsa.

MK akan menyidangkan perselisihan pilkada tersebut pada Selasa (21/3/2017) dengan agenda mendengarkan keterangan dari pihak termohon dan terkait.

Dalam pilkada tersebut, KPU Maybrat menetapkan pasangan nomor urut satu, Bernard Sagrim dan Paskalis Kocu sebagai pemenang dengan perolehan suara 14.459 dan pasangan nomor 2, Karel Murafer-Yance Way dengan 14.364 suara

Sekretaris Tim Pemenangan Karel Murafer-Yance Way, Calon Bupati/Wakil Bupati Maybrat, Papua Barat, Maximus Air, optimistis Mahkamah Konstitusi bakal mengabulkan gugatan pilkada yang telah merugikan pihaknya mengingat bukti yang dimilikinya sudah banyak baik secara faktual maupun rekaman video.

“Perbedaan suara yang mengalahkan kami tipis hanya 0,33 persen atau 94 suara atas pasangan Bernard Sagrim-Pancalis Kocu,” katanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas