Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Advertorial

KPPPA Kembali Gelar Program 3 Ends di Makassar Bertepatan dengan Hari Kartini

Program Jelajah 3 Ends kembali dihelat pada tahun 2017. Makassar menjadi kota selanjutnya yang akan menjadi tuan rumah program unggulan Kementerian Pe

KPPPA Kembali Gelar Program 3 Ends di Makassar Bertepatan dengan Hari Kartini

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Jelajah 3 Ends kembali dihelat pada tahun 2017. Makassar menjadi kota selanjutnya yang akan menjadi tuan rumah program unggulan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA)

Selaras dengan semangat perjuangan RA Kartini, program 3 Ends bertujuan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan.

"Yang saya lakukan untuk memajukan kaum perempuan Indonesia, salah satunya adalah dengan mencanangkan program unggulan 3 Ends," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise. 

Pada pelaksanaan kali ini, program 3 Ends bertepatan dengan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Menurut menteri perempuan pertama asal Papua ini, sosok Kartini melambangkan sosok perjuangan kaum perempuan untuk dipenuhi haknya, terhindar dari diskriminasi dan terlindungi dari kekerasan. 

Perempuan yang akrab disapa Mama Yo tersebut yakin program 3 Ends akan menyentuh serta menampung aspirasi masyarakat hingga ke tataran akar rumput. 

Yohana Yembise berkaca kepada kesuksesan program ini pada tahun lalu yang diadakan di Jailolo, Belitung, serta Bandung. Bahkan ketika dilaksanakan 80 ribu orang tumpah rumah di acara jelajah 3         Ends.

Pada tahun ini, program 3ENDS diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Di kota Angin Mammiri ini, program 3ends akan diisi oleh seminar sosok inspiratif Rahmawati dan Makmur, Direktur Yayasan Pabbata Ummi (Yaptau), serta bapak Sugi dari Polsek Talo.

Selain itu akan ada pembacaan deklarasi oleh 24 polres Kabupaten/kota, tentang komitmen polisi yang responsif gender dan anak. Serta penandatanganan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga). 

Yohana Yembise mengajak masyarakat Indonesia untuk menggaungkan program ini ke seluruh pelosok tanah air. 

"Agar kaum perempuan Indonesia terbebas dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi dan perlakuan salah lainnya," ujar Yohana. 

Yohana menuturkan bahwa sangat banyak sekali kesempatan untuk mengulangi perjuangan Kartini. Salah satunya perempuan diberi peluang dan kesempatan untuk berpartisipasi di ranah publik. 

Perempuan harus dapat memperjuangkan haknya melalui kesempatan yang telah diberikan oleh bangsa dan negara. 

Dirinya mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah menyepakati komitmen planet 50:50 hingga tahun 2030. 

Program ini dimana kaum perempuan dan laki-laki memperoleh akses, manfaat, kontrol serta partisipasi yang sama dalam pembangunan," jelas Yohana Yembise. 

Namun dirinya menyebutkan bahwa sosok pejuang kaum perempuan tidak hanya datang dari sosok Kartini saja, tetapi juga sosok pahlawan perempuan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. 

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas