Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tawarkan Proyek Pemerintahan Fiktif, Pelaku Kelabui Pengusaha Ratusan Juta

Setelah korban menyerahkan uang tersebut ternyata proyek yang ditawarkan oleh pelaku ke korban diketahui tidak ada

Tawarkan Proyek Pemerintahan Fiktif, Pelaku Kelabui Pengusaha Ratusan Juta
net
ilustrasi

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM,  SAMARINDA - Pemodal maupun pengusaha harus lebih waspada lagi dalam menerima tawaran proyek pembangunan pemerintah.

Pasalnya, belum lama ini terjadi aksi penipuan yang mengakibatkan korbannya menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kasus penipuan itu, dilaporkan oleh korbannya atas nama Rifai Irawan dan Rusli Sejai ke kepolisian pada 7 Desember tahun lalu.

Pelakunya, atas nama Marwansyah dapat diamankan Unit Jatanras Satreskrim pada awal pekan ini.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono menjelaskan, kasus tersebut berawal dari pelaku yang menawarkan empat proyek saluran irigasi, milik Dinas Pertanian Kaltim.

Tawaran tersebut pun langsung diterima oleh korban, dan menyerahkan uang seberar Rp 115.500.000 kepada korban, secara bertahap.

"Pelaku menawarkan proyek pemerintah ke korban, untuk mengerjakan saluran irigasi. Dan, tawaran itu diterima korban, yang langsung menyetorkan sejumlah uang," ungkapnya, Jumat (21/4/2017).

Namun, setelah menyerahkan uang tersebut, ternyata proyek yang ditawarkan oleh pelaku ke korban diketahui tidak ada.

Lalu, pelaku menyerahkan cek bank Kaltim senilai uang yang dikirim oleh korban.

"Setelah dicek, ternyata tidak ada proyek yang ditawarkan," tutur mantan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda itu.

Lanjut dia menjelaskan, setelah menerima cek dari pelaku, ternyata cek tersebut kosong dan rekeningnya telah ditutup.

Itulah yang membuat korban langsung melaporkan kejadian itu ke kepolisian.

"Kita masih selidiki dan dalami lagi tentang sepak terjang pelaku ini, yang jelas saat ini baru korban ini yang melapor," kata Kompol Sudarsono

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas