Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Angkernya Jalur di Km 121-122 Penginuman Gilimanuk, Dijaga Ancangan Naga Bontot

Sisa-sisa kecelakaan yang melibatkan mobil minibus Isuzu Elf nopol S 7485 N dengan truk tronton nopol DK 9455 WL ini masih terlihat jelas di Km 121.

Angkernya Jalur di Km 121-122 Penginuman Gilimanuk, Dijaga Ancangan Naga Bontot
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa/Prima/Dwi S
Grafis kecelakaan maut di Gilimanuk. 

TRIBUNNEWS.COM, NEGARA - Kecelakaan maut kembali terjadi di Km 121-122 di Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Sabtu (18/6/2017) malam.

Delapan orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di jalur yang dikenal angker dan dijaga oleh Ancangan (penunggu) berupa Naga Bontot di kawasan yang berdampingan dengan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tersebut.

Pantauan Tribun Bali, Minggu (18/6/2017), sisa-sisa kecelakaan yang melibatkan mobil minibus Isuzu Elf nopol S 7485 N dengan truk tronton nopol DK 9455 WL ini masih terlihat jelas di Km 121-122, tepatnya sekitar 500 meter di sebelah barat Pura Tirta Empul Purwoning Jagat.

Serpihan kaca masih berserakan di pinggir jalan, berikut dengan pakaian para korban yang masih tersangkut di pohon.

Kondisi mobil travel yang ringsek berat usai terguling dan menabrak truk di Km 121 - 122 Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya. TRIBUN BALI/I GEDE JAKA SANTHOSA
Kondisi mobil travel yang ringsek berat usai terguling dan menabrak truk di Km 121 - 122 Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya. TRIBUN BALI/I GEDE JAKA SANTHOSA (Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa)

Bahkan, bau anyir darah kerap masih tercium samar-samar ketika melintas tepat di lokasi mobil travel ini ringsek dan menewaskan delapan orang penumpangnya.

Sudah bukan rahasia lagi jika di jalur Km 121-122 Gilimanuk ini merupakan jalur angker yang kerap meminta "tumbal" dengan serentetan peristiwa kecelakaan yang bisa dikatakan aneh atau mustahil terjadi.

Baca: Korban Kecelakaan di Gilimanuk Jadi 8 Orang, Satu Tewas dalam Ambulance

Untuk langkah antisipasi pihak kepolisian juga telah menebar sejumlah baliho peringatan jalur berbahaya.

"Jalur ini memang sangat angker karena di sini alas (hutan) Madurgama. Banyak wong samar yang berkeliaran di sekitar sini dan sudah berulangkali ada kecelakaan hingga meninggal dunia di sini," ungkap Mangku Nengah, Pemangku Pangempon Pura Tirta Empul Purwoning Jagat ketika ditemui Minggu kemarin.

Menurutnya, di kawasan yang termasuk dalam hutan TNBB ini memang seringkali terjadi kecelakaan yang sampai merenggut korban jiwa.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas