Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perampok yang Tewas di Banyuwangi Sudah Dapat Duit Rp 1,5 Miliar

Polda Metro Jaya menangkap Safril bersama dua temannya, yakni NZR dan RCL di Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Perampok yang Tewas di Banyuwangi Sudah Dapat Duit Rp 1,5 Miliar
Surya/Fatkul Alamy
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho (tengah), menunjukkan barang bukti yang disita dari perampok komplotan Lampung pimpinan Safri, Selasa (20/6/2017). SURYA/FATKUL ALAMY 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Polda Metro Jaya menangkap Safril bersama dua temannya, yakni NZR dan RCL di Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Ketiganya merupakan anggota komplotan perampok yang sudah beraksi di 23 TKP di Jakarta dan sekitarnya.

Ketiganya merupakan kelompok Lampung yang beranggotakan 10 orang. Dari 10 perampok, total sudah tujuh komplotan ini yang digulung. Terakhir, Safril dan dua temannya di Banyuwangi.

Safril merupakan otak atau kapten kelompok ini. Dia terakhir kali melakukan perampokan dan menembak mati Davidson Tantono di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada 8 Juni 2017.

Saat itu Davidson baru saja mengambil uang di bank senilai Rp 300 juta.

"Ketiganya kami tangkap di Banyuwangi sebelum kabur ke Bali. SFL merupakan otak perampokan di 23 TKP atau sering disebut kapten," sebut Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya di kamar jenazah RSU Dr Soetomo Surabaya, Selasa (20/6/2017).

Rudy menjelaskan, setelah dilakukan penangkapan di Banyuwangi, petugas membawa Safril dkk ke Jl Raya Arteri Porong, Sidoarjo.

Lantaran pengakuannya, pistol rakitan yang dipakai menembak mati Davidson dibuang di sungai dekat Jl Alteri.

"Saat turun untuk menunjukan dimana lokasi dibuangnya senjata, SFL berusaha mengambil senjata api anggota. Kemudian terjadi saling tarik menarik dan akhirnya kami berikan tindakan tegas (tembak)," tutur Rudy.

Menurut Rudy, sepak terjang komplotan Saflil ini cukup sadis. Dia tidak segan-seban melukai atau menembak mati korban yang melakukan perlawanan.

Safril dkk ini sedikitnya sudah beraksi di 23 TKP di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mulai dari Cikarang, Bogor, Bekasi, Tanggerang dan tempat lainnya.

"Sebanyak 23 TKP itu dilakukan hanya dalam waktu April sampai Juni 2017. Selama itu, kelompok ini mengumpulkan uang kejahatan sebanyak Rp 1,5 miliar," terang Rudy. 

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas