Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menengok Makam Besar nan Megah di Depan Rumah Warga Sumba, Isinya Bisa Belasan Jenazah

Saat pertama kali datang ke Pulau Sumba, NTT, mata kita akan tertuju ke makam-makam berukuran besar yang letaknya hampir di setiap depan rumah warga

Menengok Makam Besar nan Megah di Depan Rumah Warga Sumba, Isinya Bisa Belasan Jenazah
TRIBUNNEWS.COM/YULIS
Makam batu megalitik di Sumba di kampung adat 

Pada makam tersebut terdapat gambar tanduk kerbau berukuran besar yang dibuat dari beton juga.

Pendeta Magdalena dan keluarganya menyilakan Tribunnews melihat isi dalam makam berukurang sekitar 3x3 meter tersebut.

Dari bagian samping, terdapat bagian yang tak dibeton dan diberi karung.

Pendeta Magdalena berdiri di dekat makam keluarga
Pendeta Magdalena berdiri di dekat makam keluarga

Cukup mudah membuka penutup berukuran sekitar 40 x 40 cm tersebut.

Begitu terbuka, terlihat di dalam makam besar itu ruang kosong nan lega seukuran makam.

Ruangan itu lembab. Di bagian bawah, terdapat bekas bambu untuk keranda dan peti jenazah.

"Nanti jenazah dimasukkan ke sini. Satu makam ini bisa muat lebih dari 10 jenazah," ujar pendeta Magdalena.

Pendeta Magdalena berdiri di dekat makam keluarga 21
Pendeta Magdalena berdiri di dekat makam keluarga

Menurut pendeta Magdalena, setiap jenazah dimasukkan ke makam tersebut berikut petinya sekaligus.

Agar bau tak sedap tidak meruap keluar makam, maka sebelum dimakamkan telah diberi obat. "Obat penghilang bau, obat biasa dari Puskesmas," ujarnya.

Baca: Hasil Investigasi Menkes Diharapkan Bisa Dijadikan Rujukan Kepolisian Ungkap Kasus Bayi Debora

Batu Megalitik

Makam berukuran besar tersebut biasanya terdapat di Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Timur.

Seorang warga Sumba Timur bernama Jemmy Boajonga mengatakan, di Sumba Timur makam tidak sebesar di Sumba Barat dan sekitarnya.

"Kalau di Timur, makam hanya untuk satu jenazah. Jadi tidak ditumpuk seperti itu," ujar Jemy.

Sebelum makam berupa beton, zaman dahulu para leluhur Sumba membuat makam dari bahan batu berukuran besar.

Kuburan megalitik mudah saja ditemukan, baik di halaman rumah warga maupun di setiap perkampungan adat.

Misalnya, di kampung adat Bondo Maroto, Tambelar, Tarung, dan Prairame.

Makam batu megalitik di kampung adat di Sumba Barat
Makam batu megalitik di kampung adat di Sumba Barat

Kuburan batu megalitik juga ada di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur.

Keberadaan batu kubur megalitik lengkap dengan ornamen kepala kerbau. Semakin besar makam dari batu, maka menjadi lambang kebanggaan atau kebangsawanan atau kebesaran orang Sumba.
Tidak semua orang Sumba mampu membuat batu kubur besar karena membutuhkan biaya yang sangat besar.

Dahulu, puluhan ekor hewan dipotong, seperti ayam, anjing, babi, sapi dan kerbau selama menjalankan ritual adat, mulai dari pemotongan batu kubur, penarikan batu kubur hingga pengerjaan batu kubur.

Jumlah hewan yang dibantai berkisar 50-an ekor. Ini belum terhitung ayam dan anjing. Karenanya, sebelum memulai kerja, pemilik batu kubur beserta segenap keluarga besar harus mempersiapkan diri lebih matang agar pelaksanaan pengerjaan batu kubur berjalan lancar sesuai rencana yang telah disepakati.

Baca: Reza Rahadian: Saya Orang yang Memecut Diri Sendiri Sangat Keras dalam Bermain Film

Tidak semua batu kubur boleh atau dapat digunakan untuk menguburkan keluarga yang meninggal.

Dalam adat-isitiadat setempat, ada sebutan batu kubur `pemali’. Batu itu berkaki empat dan memiliki ornamen. Model batu kubur seperti itu tidak sembarangan menguburkan keluarga meninggal, kecuali kepala adat atau setaranya, batu kubur raja atau bangsawan, seperti batu kubur raja Loli, raja Loura, raja Kodi dan raja Anakalang.

Sayangnya, seiring perjalanan waktu tradisi budaya ini mulai bergeser dari kuburan batu potong asli ke model kuburan beton.

Pendeta Magdalena berdiri di dekat makam keluarga
Pendeta Magdalena berdiri di dekat makam keluarga (TRIBUNNEWS.COM/YULIS)

Hal itu karena bahan pembuatan batu kubur dari beton mudah diperoleh, seperti semen, besi beton dan pasir.

Secara ekonomis kuburan beton lebih ringan ketimbang menggunakan batu potong asli. (tribunnews/yulis sulistyawan)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas