Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pamit Mudik ke Magelang, Penjaga Sekolah di Bangkalan Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar

Satpam SMPN 2 Bangkalan Madura, Joko Muntarno (49), warga Jalan KH Hasyim As'ari, Kelurahan Demangan, ditemukan tewas membusuk dalam kamarnya, Rabu

Pamit Mudik ke Magelang, Penjaga Sekolah di Bangkalan Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKALAN - Satpam SMPN 2 Bangkalan Madura, Joko Muntarno (49), warga Jalan KH Hasyim As'ari, Kelurahan Demangan, ditemukan tewas membusuk dalam kamarnya, Rabu (13/9/2017).

Pria yang belum menikah itu ditemukan tewas dengan posisi terlentang, kepala di bawah tempat tidur, dan hanya menggunakan celana dalam berwarna biru.

Jenazah pria yang dikenal dengan sebutan Nono itu pertama kali ditemukan rekan kerjanya, Hotib (36), warga Jalan Pemuda Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.

Saat ditemui Surya di pos penjagaan SMPN 2 Bangkalan, Hotib mengungkapkan, almarhum sejak Sabtu tidak masuk kerja dengan alasan menjenguk pamannya di Magelang.

"Mas Nono sering mengeluhkan sakit kepala. Perutnya juga dikeluhkan sering kembung," ungkap Hotib.

Karena tak kunjung ada kabar, Hotib akhirnya memutuskan mendatangi rumah Nono pada pukul 08.30. Rumah almarhum berjarak sekitar 50 meter menyusuri gang kecil depan SMPN 2 Bangkalan.

"Sudah lima hari tak masuk kerja. Ternyata ada bau busuk dan banyak dijumpai lalat berwarna hijau. Saya langsung menghubungi teman-teman dan beberapa tetangga," pungkasnya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo menyatakan, saat ditemukan meninggal, pintu rumah dalam kondisi terkunci. Sehingga rekan kerja berikut warga sekitar tak berani masuk dan hanya mengintip dari jendela.

"Dugaan awal karena sakit. Tidak ada tanda-tanda bekas luka atau tindak kekerasan pada tubuhnya," kata Anton.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab meninggalnya Nono.

"Perlu kami dalami. Sementara ini, kami telah memanggil empat orang saksi dari keluarga dan rekan kerja," pungkasnya. 

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas