Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Saat Gadis-gadis Cantik Terjun ke Pedalaman untuk Mengajar: Rela Kepanasan Hingga Riasan Luntur

Kulit Nadine yang putih kontras dengan anak-anak yang tinggal di kampung perbukitan nan tandus dan kering berjarak sekira 40 km dari Waikabubak

Saat Gadis-gadis Cantik Terjun ke Pedalaman untuk Mengajar: Rela Kepanasan Hingga Riasan Luntur
TRIBUNNEWS.COM / YULIS
Geraldine Nuranisa, mengajar di SDN (Paralel) Mata Wee Tame, Sumba Barat. Sekolah tersebut adalah SD paralel yang berada di kawasan pedalaman Sumba 

Selama enam bulan, para siswa akan mendapatkan tambahan nutrisi berupa bubur kacang hijau, telur dan susu yang diberikam gratis tiga hari dalam sepekan. Para siswa biasanya juga dibantu peralatan sekolah seperti tas, sepatu dan buku.

Peduli Pendidikan

Rinny Komara yang setiap hari bertugas menjadi pramugari maskapai ternama di Indonesia, mengaku baru tahu ada komunitas 1000 Guru saat sedang menyaksikan pameran mobil di kawasan BSD Tangerang.

Baca: Susu-Telur-Bubur Jadi Cara Ampuh 1000 Guru dan KFC Berantas Buta Huruf Anak-anak di Pedalaman

Rinny menceriterakan bahwa dulu sewaktu masih sekolah SMA,kondisi.ekonomi orangtuanya sangat kekurangan. Itu terjadi lantaran ayahnya sakit keras dan butuh biaya besar untuk berobat.

Hampir saja Rinny putus sekolah karena ketiadaan biaya. Hanya tekad bulat bersekolah yang mengantarnya bisa lulus SMA. Untuk menutupi biaya sekolah, Rinny rela berjualan kue di sekolahannya.

Tak patah semangat, Rinny melanjutkan kuliah di kampus swasta Bandung.

"Pagi hingga sore saya kerja, sore-malam saya kuliah," kisahnya.

Bersyukur, setelah lulus kuliah Rinny diterima menjadi pramugari.

Rinny Komara Sari  mengajar di SDN (Paralel) Mata Wee Tame, Sumba Barat
Rinny Komara Sari, pramugari yang menjadi relawan 1000 Guru. Ia mengajar di SDN (Paralel) Mata Wee Tame, Sumba Barat

Dan kini, Rinny mencoba berbagi ilmu dan rela ikut mengajar di pedalaman bersama komunitas 1000 Guru.

"Saya ingin menginspirasi dan berbagi dengan sesama yang lain yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan.Apalagi ini di pedalaman yang listrik saja tidak ada dan sekolah di bilik bambu," ujar Rinny.

Dokter Lala juga mengisahkan, ia justru memilih bertugas di daerah-daerah tertinggal. Setelah lulus kuliah, dokter Lala yang besar di Jakarta ini memilih bertugas di Kupang.

Baca: Pesona Negeri di Atas Awan di Mamasa

Selain menjadi dokter, Lala juga aktif di kegiatan gereja. Setiap Rabu dan Minggu, gereja juga melakukan kegiatan sosial. Bersama jemaat lainnya, dokter Lala ikut membersihkan anak-anak miskin dan kemudian mengajar lantaran anak anak itu tak bersekolah.

" Saya biasa mengajar anak anak miskin. Jadi ketika diajak mengajar di pedalaman bersama 1000 Guru, saya sangat tertarik. Dan ternyata kondisinya miris sekali anak- anak di pedalaman ini," ujar dr Lala Akal.

Dokter Lala Akal (kanan) mengajar bersama relawan 1000 Guru di Sumba Barat 1
Dokter Lala Akal (kanan) mengajar bersama relawan 1000 Guru di Sumba Barat

Byanmara yang masih kuliah di ITB mengisahkan, selama ini ia aktif mengajar anak-anak jalanan di Kota Bandung bersama komunitas Rumah Mimpi.

Ia juga beberapa kali menjadi sukarelawan 1000 Guru di Jawa. " Pernah mengajar di Banten. Padahal tak sebegitu jauh dari Kota Propinsi, tapi anak-anaknya sangat tertinggal. Dan sekarang, di Sumba ini, anak-anaknya jauh lebih tertinggal," ujar Byan.

Nurhasanah,mahasiswi UGM Yogyakarta yang ikut mengajar 1000 Guru di Sumba mengisahkan, ia baru saja menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah pelosok Bengkulu.

Hampir dua bulan lamanya ia hidup dan tinggal bersama warga di pelosok Bengkulu.

KFC dan 1000 Guru mendirikan Smart Project Center di SDN paralel Mata Wa Matee, Sumba Barat
KFC dan 1000 Guru mendirikan Smart Project Center di SDN paralel Mata Wa Matee, Sumba Barat (Tribunnews/Yulis)

"Kalau boleh memilih, saya akan memilih mengajar anak-anak di pedalaman seperti ini. Mereka sangat membutuhkan pendidikan yang lebih baik agar masa depan mereka juga akan menjadi lebih baik," ujar Hasanah. (Tribunnews/Yuli S)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas