Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menolak Diantar Pulang, Nasrul Bogem Mantan Istrinya

Di hadapan petugas ia menceritakan, peristiwa yang dialami korban bermula saat korban baru pulang dari toko tempatnya bekerja

Menolak Diantar Pulang, Nasrul Bogem Mantan Istrinya
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Linda (38) warga Perum Amin Mulia Jalan Bringin I Blok M No 86 RT 59 RW 49 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, melapor ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (14/9/2017). Ia mengaku ditinju suaminya. (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA) 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kendati telah pisah ranjang selama empat bulan, Nasrul masih memendam kangen terhadap istrinya, Linda (38) warga Perum Amin Mulia Jalan Bringin I Blok M No 86 RT 59 RW 49 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Namun rasa sayang terhadap pujaan hatinya itu berbuah dengan kekerasan.

Ketika istrinya enggan diantarkan pulang bareng usai bekerja di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang Nasrul memberikannya bogem mentah di pipi sebelah kanan.

Tak terima dengan apa yang telah dialaminya, korban pun langsung mendatangi Mapolresta Palembang guna untuk melaporkan kejadian yang telah dialaminya, Kamis (14/9/2017).

Di hadapan petugas ia menceritakan, peristiwa yang dialami korban bermula saat korban baru pulang dari toko tempatnya bekerja, Rabu (13/9/2017) sekitar pukul 17.00.

Pada saat itu, tanpa sengaja korban terlapor di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kemudian terlapor pun mengajak korban untuk pulang bareng.

"Saya sedang pisah ranjang pak dengan dia sejak 4 bulan lalu. Jadi enggan diantarnya pulang," jelas Linda.

Saat ia menolak ajakan terlapor untuk pulang bareng, tiba-tiba terlapor marah.

Dan entah setan apa yang merasuki terlapor sehingga membuat dirinya langsung melayangkan tangan kanannya ke arah pipi sebelah kanan korban.

Tak sampai di situ saja, setelah memukul korban terlapor juga mencaci maki korban di tempat umum.

Namun, semua cacian dan perlakukan yang dilontarkan oleh terlapor tak dihiraukan oleh korban.

"Selain memukuli saya, dia juga mencaci maki di tengah umum. Inilah alasan saya kenapa memilih untuk pisah ranjang dengan dia. Karena saya sering mengalami KDRT," beber dia.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara SIK membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan KDRT dan akan segera diproses.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas