Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua Komisi A DPRD DIY Malu Tindakan Amien Rais, Tetangganya Kena Bencana Malah Sibuk Tebar Fitnah

masyarakat merasa malu dan prihatin atas pernyataan Amien Rais, seorang yang dikenal berlatar belakang intelektual tapi pernyataan penuh kebencian

Ketua Komisi A DPRD DIY Malu Tindakan Amien Rais, Tetangganya Kena Bencana Malah Sibuk Tebar Fitnah
Youtube
Amien Rais berpidato di depan peserta unjuk rasa terkait kasus Rohingya. 

TRIBUNNEWS.COM - Dilansir dari Tribunnews, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto merespon tudingan pernyataan Amien Rais yang memberikan pidato kontroversial di acara Reuni Alumni 212, Selasa (5/12/2017).

Diketahui, Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais sempat meminta Presiden Jokowi tak memecah belah umat dan memecah belah bangsa sendiri.

Eko juga menyatakan opini ngawur soal fitnah Amien Rais terhadap Presiden Joko Widodo yang dituduhnya memecah belah umat, tak ubahnya menyebar fitnah.

"Alih-alih mengajak solidaritas untuk para korban bencana yang membutuhkan, Amien Rais justru sibuk menebar fitnah tanpa dasar jelas."

"Pemerintah dan Pemerindah Daerah DIY serta Pemda Kabupaten Kota se-DIY saat ini sedang bahu membahu dengan masyarakat, gotong royong siang malam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam," imbuh Eko.

Menurut Eko, masyarakat merasa malu dan prihatin atas pernyataan Amien Rais, seorang yang dikenal berlatar belakang intelektual tapi pernyataan selama ini membawa api kebencian dan upaya memecah belah.

Di tengah kebatinan warga Yogyakarta yang tengah berduka dengan adanya korban bencana alam di DIY, tak selayaknya ada upaya menebar fitnah hanya untuk memenuhi nafsu berkuasa.

Padahal diketahui banyak bencana akibat dampak siklon Cempaka yang melanda tak jauh dari kediamannya di Sleman, DIY.

"Lokasi bencana alam tak jauh dari tempat tinggalnya di Sleman, tapi kemana? Masyarakat ternyata nonton di media lagi sibuk urusan politik kekuasaan di Jakarta."

"Masyarakat saat ini lebih butuh aksi konkret untuk bantu masyarakat yang terkena musibah bencana, bukan aksi politis kekuasaan saja yang dipikirkan," kata dia.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas