Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Duh, Pria Ini Cabuli 6 Bocah SD di Sekolah Selama 2 Tahun

Pria yang tinggal Jl Bandarejo Surabaya ini melakukan pencabulan terhadap enam bocah SD di daerah Surabaya Barat.

Duh, Pria Ini Cabuli 6 Bocah SD di Sekolah Selama 2 Tahun
Surya/Fathkul Alamy
Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana (kiri) menunjukan barang bukti atas kasus pencabulan yanf dilakukan Madkur (tengah) di Mapokrestabes Surabaya, Jumat (7/12/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Perbuatan cabul Madkur (46) berujung sel tahanan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pria yang tinggal Jl Bandarejo Surabaya ini melakukan pencabulan terhadap enam bocah SD di daerah Surabaya Barat.

Dari enam korban, dua korban melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kedua korban yang masih duduk di kelas II dan III SD, yakni AN (8) dan AP (9).

Madkur yang tak lain merupakan pekerja kebun di sekolah korban, kali pertama melakukan perbuatan cabul pada 2015 terhadap AP. Saat itu, korban maaih duduk di kelas I.

Baca: Kata-kata Terakhir Sopir Go-Car Sebelum Dieksekusi Pembunuh Berdarah Dingin

Perbuatan berawal ketika AP sedang bermain, tiba-tiba pelaku menghampiri korban, memeluk dan menciuminya. Perbuatan silakukan secara berulang-ulang.

"Pelaku tidak hanya memeluk dan menciumi korban, tapi juga memegangi kemaluan korban," sebut Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, I Dewa Gede Juliana, Jumat (8/12/2017).

Selain ke korban AP, kata Gede Juliana, pelaku Madkur juga melakukan perbuatan asusila terhadap AN. Cuma, korban AN tidak sampai dipegang kemaluannya.

Menurut Gede Juliana, perbuatan dilakukan di ruang sekolah dan pernah di ruang guru sekolah korban.

"Pelaku melakukan perbuatannya ketika suasana sekolah sepi. Pelaku menghampiri dan merayu korban dan selanjutnya melakukan pencabulan," tutur Gede Juliana.

Terhadap kedua korban, lanjut Gede Jukian, Madkur nelakukan aksi tak senonoh itu terakhir kali dilakukan pada Oktober dan November 2017. Setiap usai melakukan, korban diberi uang Rp 2 ribu.

Aksi Madkur terbongkar, setelah korban bercerita kepads orangtuanya. Selanjutnya orangtua korban lapor dan guru sekolah dan ke PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada awal Desember 2017.

"Sampai sekarang yang lapor baru dua korban, saya berharap korban lainnya mau melapor ke kami," harap Gwde Juliana.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas