Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

6 Bulan Tak Terima Tunjangan, Guru Madrasah di Tasikmalaya Berencana Bertolak ke Jakarta

Sejumlah guru madrasah Tasikmalaya yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Tasikmalaya berunjuk rasa.

6 Bulan Tak Terima Tunjangan, Guru Madrasah di Tasikmalaya Berencana Bertolak ke Jakarta
Tribun Jabar/Isep Heri
Sejumlah guru madrasah Tasikmalaya yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Tasikmalaya saat beraudiensi di Gedung DPRD Kota Tasik, Jumat (12/1/2018). TRIBUN JABAR/ISEP HERI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNNEWS.COM, TASIKAMALAYA - Sejumlah guru madrasah Tasikmalaya yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Tasikmalaya berunjuk rasa dan beraudiensi di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (12/1/2018).

Aksi yang dilakukan para guru madrasah tersebut lantaran belum menerima uang tunjangan bagi para guru madrasah non pegawai negeri sipil selama enam bulan terakhir.

Guru madrasah di Kota Tasikmalaya berencana bertolak ke Jakarta untuk melayangkan tuntutan terhadap Pemerintah Pusat.

Demonstrasi tersebut juga mendesak agar pemerintah daerah dan legistator mendukung aksi protes para guru dan memfasilitasi pertemuan antara para guru dan Pemerintah Pusat di Jakarta.

Baca: Al Khaththath Protes Rekomendasi Para Ulama Presidium 212 Tak Digubris Gerindra, PAN dan PKS

"Ini menjadi pekerjaan DPRD, melakukan pendampingan, pengawasan di daerah. Saya kira sewajarnya kalau secepatnya DPRD menangkap sinyal ini untuk berangkat sama-sama ke Jakarta," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah Kota Tasikmalaya, Asep Rizal (47).

Dia mengatakan terdapat sekitar 1.200 guru madrasah di berbagai level yang belum mendapat tunjangan fungsional di Kota Tasikmalaya.

Tunjangan tersebut terakhir diterima para guru pada Juni 2017. Besaran nominal tunjangan mencapai Rp 250.000 per bulan bagi setiap guru honorer.

"(Terakhir pemberian tunjangan) bulan Juni, tiba-tiba hari ini muncul kabar bahwa itu dihapus. Ini menjadi keresahan bersama kami," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas