Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menlu Retno Marsudi Sambangi Pesantren Al Muayyad Solo

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambangi Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018).

Menlu Retno Marsudi Sambangi Pesantren Al Muayyad Solo
Dok. Biro Humas Kepresidenan
Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Indonesia hadir di Singapura dalam rangkaian Leader Retreat Meeting, (6/9). 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambangi Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018).

Kedatangan Menlu di salah satu pesantren Quran tertua tersebut disambut dengan Salawat Badar yang dilantunkan oleh ratusan santriwan dan santriwati.

Menlu diterima oleh KH Abdul Rozaq Shofawi dan para pengasuh pesantren lainnya.

"Bersama kalangan pesantren, Pemerintah Indonesia ingin menjadi garda terdepan dalam menyuarakan Islam Rahmatan Lil Alamin di dunia," ujar Menteri Luar Negeri wanita pertama tersebut menyemangati para santri.

Dalam silaturrahmi dengan para santri, Menlu Retno berkesempatan melakukan tanya jawab.
Pertanyaan yang muncul mulai dari isu Palestina, Suriah, Afghanistan hingga soal bagaimana bisa menjadi menteri.

Baca: Al Khaththath Protes Rekomendasi Para Ulama Presidium 212 Tak Digubris Gerindra, PAN dan PKS

Menjawab banyak pertanyaaan santri mengenai peran Indonesia di dunia Islam, Menlu Retno dalam kesempatan tersebut menceritakan perjuangan Indonesia bagi perdamaian dan pembangunan pasca konflik di berbagai belahan dunia.

"Palestina ada di lubuk hati diplomasi Indonesia," ujar Menlu Retno.

Dalam pertemuan dengan para santri, Menlu juga menerima banyak pertanyaan mengenai peran santri dalam diplomasi.

Menlu menjelaskan bahwa sejak masa lalu hingga saat ini, diplomasi Indonesia tidak terpisahkan dari peran para diplomat santri.

Baca: La Nyalla Laporkan Oknum Politisi Gerindra ke KPK dan Polri

Menutup pertemuan dengan santri, Menlu mewanti-wanti agar para santri bukan saja menjadi pribadi yang berilmu, tapi juga berakhlaq (berperilaku) mulia.

Karena para santri adalah wajah dan etalase Islam di Indonesia. Santri harus ikut membawa semangat kemanusiaan dan kedamaian.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas