Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Video Viral 'Perawat Suntik Mayat', Seperti Ini Kejadiannya Versi RS Siti Khodijah Sidoarjo

Pihak RS Siti Khodijah (RSSK) Taman, Sidoarjo, membantah pihaknya melakukan penelantaran pasien Supariyah (67).

Video Viral 'Perawat Suntik Mayat', Seperti Ini Kejadiannya Versi RS Siti Khodijah Sidoarjo
surya/irwan syairwan
Video viral keluarga pasien yang meprotes RS Siti Khodijah. 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Pihak RS Siti Khodijah (RSSK) Taman, Sidoarjo, membantah pihaknya melakukan penelantaran pasien Supariyah (67).

Melalui pengacara perusahaan, Masbuhin, pihak RSSK menyatakan telah melakukan penanganan terhadap pasien tersebut.

"Ada buktinya melalui catatan medis. Dikatakan kami menelantarkan pasien, itu sama sekali tidak benar," kata Masbuhin dalam jumpa pers di RSSK, Selasa (30/1/2018).

Terkait penanganan mendiang Supariyah, Masbuhin menuturkan pada 21 Desember 2017 pukul 22.00 WIB, perawat membangunkan pasien untik memeriksa denyut nadi, pernapasan, dan memberikan injeksi obat vomceran dan OMZ (mual dan muntah).

Kemudian pukul 22.20 WIB, dr Hamdan melakukan pemeriksaan langsung ke Supariyah berdasarkan catatan perawat tadi.

Dari catatan dr Hamdan diketahui nadi pasien 74 kali per menit, jantung normal, paru normal, namun terdapat penyumbatan pembuluh darah.

"Kondisi pasien masih hidup dan pengecekan yang dilakukan dr Hamdan yang juga Direktur RSSK ini diketahui pihak keluarga," sambungnya.

Pada 22.35 WIB, dr Hamdan memeriksa pasien lain. Sekitar 10 menit kemudian, keluarga pasien menghubungi perawat karena kondisi pasien tiba-tiba drop.

Perawat menghubungi dr Hamdan setelah saat diperiksa jantung tidak berdenyut, tensi tidak terukur, nadi tidak teraba.

"dr Hamdan melakukan tindakan pijat jantung akan tetapi tidak mampu menyelamatkan jiwa pasien. Pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.00 WIB akibat cardiac arrest (serangan jantung mendadak). Semuanya ada rekaman medisnya," ujarnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas