Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyerangan Tempat Ibadah

Tatkala Mahasiswi Muslim Menangis Dipelukan Suster yang Belum Dikenalnya dalam Doa Lintas Agama

Di keheningan malam dan diterangi cahaya lilin, mereka berdoa dipimpin para mahasiswa berbeda agama

Tatkala Mahasiswi Muslim Menangis Dipelukan Suster yang Belum Dikenalnya dalam Doa Lintas Agama
KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA
Jari Suster Lili dan jari Olivia Prisandra menyatu mengengam sebuah lilin yang menyala saat mengikuti acara doa lintas iman di depan Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD),Yogyakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Jari Suster Lili dan Olivia Prisandra menyatu. Mereka menggenggam sebuah lilin yang menyala.

Keduanya berdiri berdampingan dengan para mahasiswa berbagai agama di anak tangga depan Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta.

Di keheningan malam dan diterangi cahaya lilin, mereka berdoa dipimpin para mahasiswa berbeda agama yang melakukannya secara bergantian. Doa yang dipanjatkan saat itu adalah kerukunan dan kedamaian Indonesia.

Di tengah lantunan doa, Olivia Prisandra tak kuasa menahan air matanya. Olivia menyandarkan kepalanya ke Suster Lili yang tepat berdiri di samping kanannya. Tangannya memeluk suster yang belum dikenalnya itu.

Suster Lili tampak mencoba menenangkan. Tangannya mengelus pundak kiri Olivia. Sementara jari keduanya masih tetap bersama-sama mengengam lilin yang menyala hingga lantunan doa untuk kedamaian Indonesia selesai dipanjatkan.

Seusai acara, Suster Lili tampak menjulurkan tangannya dan mengusap air mata yang masih tersisa di pipi Olivia. Keduanya lantas kembali duduk, berkenalan, dan berbincang-bincang santai.

Sebelum saling berpisah, Olivia dan Suster Lili tak lupa mengabadikan dengan berfoto bersama.

"Saya pusing, sedih, kenapa sih ribut terus. Selalu terulang di Indonesia ini, cukuplah, jangan sampai ada lagi. Kasihan orang-orang tidak bersalah dianggap salah dan menjadi korban," ujar Olivia Prisandra (19) seusai doa lintas iman di halaman Auditorium Driyarkara USD, Selasa (13/2/2018).

Mahasiswi Jurusan Pendidikan Sejarah USD ini menyampaikan, sebagai manusia, setiap orang harus menyadari bahwa perbedaan tidak bisa dimungkiri. Karena itu, setiap manusia harus saling menghormati dan mengasihi satu sama lain, bukan justru saling menyakiti.

"Kita ini manusia yang mempunyai hati, bukan hewan atau tumbuhan, kenapa harus menyakiti. Saya dan suster berbeda agama, tetapi kami ini sama manusia," ucapnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas