Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

7 Cewek Bandung Jajakan Diri Lewat Medsos di Surabaya, Sewa 3 Kamar Apartemen

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali membongkar trafficking

7 Cewek Bandung Jajakan Diri Lewat Medsos di Surabaya, Sewa 3 Kamar Apartemen
Surya/Fathkul Alamy
Kapolrestabes Surabaya, Rudi Setiawan (tengah) menunjukan barang bukti tindak pidana trafficking yang dibongkar angotanya. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali membongkar trafficking (perdagangan orang).

Tujuh wanita muda asal Bandung dan sekitarnya digerebek di salah satu apartemen di Surabaya. Tujuh wanita muda itu, dua merupakan mami atau mucikari, sedangkan lima merukapan wanita penghibur atau PSK.

Dua wanita mucikari yang 'menjual' lima temannya, yakni FQ (24) dan IR (19). Sedangkan lima wanita penghibur, yakni RS (16), AN (17), MR (21), SB (19), dan NB (19). Mereka berasal dari Bandung dan sekitaanya yang digerebek Selasa (13/2/2018).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, awalnya FQ dan IR serta lima teman wanita datang dari Bandung ke Surabaya, 1 Februari 2018.

"Mereka itu menyewa dan menginap tiga unit apartemen di daerah Manyar Surabaya," sebut Rudi di Mapolrestabea Surabaya, Rabu (14/2/2018) malam.

Begitu di Surabaya, FQ dan IR menawarkan korban melalui media sosial (medsos) twitter. Masing-masing korban mempunyai satu akun twitter yang di operasionalkan oleh tersangka (FQ/IR).

"Apabila ada yang berminat maka dilanjutkan chatting dengan
tersangka untuk tawar menawar tarif. Setelah sepakat, selanjutnya ditentukan tempat bertemu dan melakukan hubungan badan," terang Rudi.

Biasanya, lanjur Rudi, pria hidung belang sudah menentukan hotel untuk tempat berbuat hubungan badan. Sehingga, tersangka meminta korban untuk berangkat ke hotelnyang sudah disepakati.

"Tapi bisa saja gubungan badan dilakukan di apartemen tempat mereka menginap," tegas Rudi.

Rudi menuturkan, mereka sudah bertransaksi sebanyak tiga kali selama di Surabaya. Tersangka audah mulai mendapat pesanan dari pria hidung belang sejak 3 Februari 2018.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas