Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

''Anak Angkat Kapolri'' Tipu Pengacara Rp 50 Juta

Johanis dikenalkan dengan BNN sebagai anak angkat Kapolri oleh seorang warga Kupang yang bernama Dominggus Mondolang.

''Anak Angkat Kapolri'' Tipu Pengacara Rp 50 Juta
KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere
Pejabat Polda NTT saat memberikan keterangan pers terkait aksi penipuan. Pelaku BNN alias B (45) yang mengenakan baju tahanan polisi berwarna merah mengaku sebagai anak angkat Kapolri. 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menangkap seorang pria berinisial BNN alias B (45).

BNN ditangkap karena mengaku anak angkat Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan menipu seorang pengacara di Kota Kupang bernama Johanis Richard Riwoe.

"Kasus penipuan itu dilaporkan pada 7 Agustus 2017. Setelah itu kami lakukan penyelidikan dan berhasil kami tangkap BNN di Jakarta pada Sabtu (10/3/2018)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes Yudi Sinlaeloe dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Selasa (13/3/2018).

Yudi yang didampingi Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast menjelaskan, kejadian itu bermula ketika pada 30 Desember 2016, Johanis bertemu dengan BNN di rumahnya di Jalan Victoria, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Johanis dikenalkan dengan BNN sebagai anak angkat Kapolri oleh seorang warga Kupang yang bernama Dominggus Mondolang.

Johanis ingin bertemu dengan BNN karena saat itu sedang menangani sejumlah kasus di Jakarta sehingga ia ingin berbicara langsung dengan Kapolri.

"Saat pertemuan itu, BNN mengaku sebagai anak angkat Kapolri dan siap memfasilitasi pertemuan Johanis dengan Kapolri, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi Johanis," ucap Yudi.

Syarat yang diajukan, lanjut Yudi, Johanis harus menyerahkan sejumlah uang kepada BNN agar bisa bertemu Kapolri.

Untuk meyakinkan Johanis, BNN menunjukkan foto dirinya bersama seorang petinggi Mabes Polri.

Karena sudah yakin, Johanis kemudian memberikan uang Rp 50 juta, yang ditransfer melalui rekening milik BNN.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas