Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jumlah Nasabah Bank di Kediri yang Tabungannya Hilang Misterius Bertambah Lagi

Polisi turun menyelidiki kasus dugaan pembobolan tabungan milik puluhan nasabah bank di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri

Jumlah Nasabah Bank di Kediri yang Tabungannya Hilang Misterius Bertambah Lagi
Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim
Seorang nasabah usai melaporkan berkurangnya uang dalam rekening tabungannya di bank di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (12/3/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Polisi turun menyelidiki kasus dugaan pembobolan tabungan milik puluhan nasabah bank di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang diduga dilakukan sindikat luar negeri. 

Terbaru, jumlah nasabah di kantor unit cabang Ngadiluwih yang dirugkan bertambah 16 orang lagi menjadi 33 nasabah 

Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan mengatakan pihaknya telah mengantongi data nasabah yang mengalami pengurangan saldo tabungan. Pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah total nominal pada seluruh nasabah.

"Sesuai data dari kami ada 33 nasabah, mengenai jumlah belum dirinci," tuturnya, Selasa (13/3/2018).

Informasinya, tidak semudah itu untuk meretas data nasabah Bank. Apalagi, kumpulan data nasabah itu sangat terlindungi dari akses luar (secret).

Hampir tidak mungkin data nasabah dapat bocor ke publik. Pasalnya, data-data nasabah tersebut dilindungi oleh sistem keamanan Bank (Private Network) seperti fungsi Firewall yang mengakomodir dan melindungi data dari serangan pihak luar. Saking terjaga rahasianya, hanya satu orang yang dipercaya mempunyai akses melihat data nasabah yaitu Kepala Kantor Cabang .

Namun, kejahatan Perbankan ini yang diduga dilakukan oleh sindikat memungkinkan meretas data dari nasabah saat transaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Ini diungkapkan Dedi Kusnadi, Pimpinan Bank di Kediri menyatakan jika yang menimpa nasabahnya adalah kejahatan Skimming.

Skiming merupakan kejahatan Perbankan yang menguras tabungan nasabah itu bermula dari transaksi tunai maupun non tunai di mesin ATM. Pelakunya, memasang alat yang merekam transaksi nasabah di luar mesin ATM. Alatnya begitu canggih, disebut Skimmer.

Dikatakan Erick, penyelidikan terkait kasus ini belum mengarah pada tindakan kejahatan Skimming yang ditengarai melibatkan sindikat Internasional.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas