Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub Jawa Barat

Penampilan Uu Dikritik Saat Debat, Relawan Jabar Juara: Kang Uu Orang Cerdas Kariernya Moncer

Uu mampu menyampaikan persoalan-persoalan rumit di wilayah kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Penampilan Uu Dikritik Saat Debat, Relawan Jabar Juara: Kang Uu Orang Cerdas Kariernya Moncer
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum melakukan sesi foto seusai mendaftar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (9/1/2018). Pasangan yang diusung Partai Nasdem, PKB, PPP, dan Hanura ini sebagai pasangan pertama yang mendaftar ke KPU sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat untuk Pilkada Jabar 2018. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kritik terus bermunculan kepada sosok calon wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum usai salah memahami instruksi moderator saat debat cagub Jawa Barat kemarin.

Uu saat itu mengaku grogi berada di atas panggung sehingga salah ucap dan memahami apa yang dikehendaki moderator debat Rosiana Silalahi.

Koordinator Relawan Jabar Juara Hanief Mochammad menyebut Kang Uu sebenarnya adalah orang cerdas dan sangat beruntung.

Dalam usia muda, dia sudah menjabat ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, disusul Bupati Tasikmalaya 2 periode.

“Melihat kariernya di politik yang moncer, kita bisa melihat bahwa Kang Uu adalah tokoh yang diperhitungkan, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dia berani untuk maju dan mengambil keputusan,” kata dia, Selasa(13/3/2018).

Dalam berkomunikasi, menurut Hanief, Kang Uu juga memiliki gaya komunikasi verbal yang bagus, bahasanya sederhana.

Dia mampu menyampaikan persoalan-persoalan rumit di wilayah kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti.

“Yang dibutuhkan sekarang ini adalah pemimpin yang bisa mengkomunikasikan persoalan-persoalan dengan bahasa yang sederhana agar pesan itu mudah diterima masyarakat,” kata dia.

Hanief menjelaskan, Kang Uu dan Kang Emil bisa saling melengkapi, karena memiliki pengalaman yang berbeda, yang satu pernah memimpin pedesaan, yang satu memimpin perkotaan.

“Gaya komunikasi Kang Emil mudah diterima di kalangan perkotaan, sementara Kang Uu bisa menjadi komunikator untuk masyarakat di pedesaan, jadi keduanya saling melengkapi,” kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilgub Jawa Barat

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas