Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Retas 600 Website, 7 Fakta 3 Mahasiswa Surabaya Ditangkap FBI, Terungkap Kejahatan Lain

Sebanyak 3 mahasiswa asal Surabaya ditangkap FBI. Ternyata ini yang mereka lakukan, tak hanya meretas website

Retas 600 Website, 7 Fakta 3 Mahasiswa Surabaya Ditangkap FBI, Terungkap Kejahatan Lain
Net
Ilustrasi 

Tribunjatim.com/Manik Priyo Prabowo

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sejumlah pria asal Surabaya dikabarkan ditangkap Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dan Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya.

Mereka adalah hacker yang diduga meretas ratusan sistem elektronik baik di dalam maupun luar negeri.

Para pelaku masing-masing KPS, warga Kecamatan Sawahan, dan NA, warga Kecamatan Gubeng, ditangkap di rumahnya pada Minggu (11/3/2018) lalu. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera membenarkan penangkapan dua warga Surabaya, Jawa Timur, dua hari lalu itu.

Informasi yang dihimpun dari polisi menyebut, KPS dan NA masing-masing meretas lebih dari 600 website dan sistem data elektronik baik di dalam dan luar negeri.

Dari keduanya diamankan sejumlah barang bukti, antara lain laptop, gadget, dan modem.

Barung mengatakan tidak bisa menjelaskan detail karena pihaknya sebatas diberitahu bahwa ada penangkapan di Surabaya oleh Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya dan FBI. 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima TribunJatim.com, jumlah pelaku yang ditangkap saat ini sudah bertambah menjadi tiga orang.

Tepatnya, bertambahnya nama satu orang lagi, yaitu ATP (21) yang juga warga Surabaya.

ATP juga merupakan mahasiswa sebuah kampus swasta.

7 Fakta, dan terungkapnya kejahatan lainnya

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat ( FBI) dan Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya dikabarkan menangkap tiga pria asal Surabaya.

Mereka adalah hacker yang diduga meretas ratusan sistem elektronik baik di dalam maupun luar negeri.

Halaman Selengkapnya >>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Tinwarotul Fatonah
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas