Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Taksi Online Fiktif di Surabaya Dapat Uang Rp 360 Juta, Begini Modusnya

Modus taksi online fiktif di Surabaya dibongkar Polda Jatim, Selasa (13/3/2018).

Taksi Online Fiktif di Surabaya Dapat Uang Rp 360 Juta, Begini Modusnya
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Petugas Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim dalam gelar kasus usai membongkar sindikat pemesanan taksi online abal-abal, Selasa (13/3). Empat driver dan seorang perempuan bertindak sebagai admin yang masuk dalam sindikat pelor dijebloskan ke tahanan Mapolda. Dari tangan tersangka Daniel Christian Tong disita sebuah mobil Honda Mobilio L 1859 RN warna putih, sebuah ponsel untuk driver atas nama akun Sandra Dewi Kartika, sebuah ponsel untuk peran driver atas nama Lesmono Sidik mobil L 1859 RN, sebuah ponsel untuk akun driver bernama Topas Tegar Ambardi L 1588 XX. Juga ditemukan 8 ponsel untuk dipakai penumpang fiktif. Selain itu, penyidik menyita tiga buah ATM rekening CIMB Niaga, dua buah modem internet 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Modus taksi online fiktif di Surabaya dibongkar Polda Jatim, Selasa (13/3/2018). 

Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan sindikat ini terorganisir secara rapi. 

Kelompok ini diwadahi grup Whatsapp bernama XERO, dibuat sejak November 2017.

Admin grup tersebut diketahui bernama Maria Hanavie. Ia juga yang mengelola iuran dari setiap driver dalam sindikat ini.

Sekadar diketahui,  Maria Hanavie (35), warga Dukuh Gogol Jalan Menganti, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Surabaya.

Maria merupakan satu dari 5 tersangka yang polisi amankan terkait laporan tersebut.

Polisi juga menyita sebuah ponsel Maria Hanavie dengan akun driver atas nama Antono dan Dony, sebuah ponsel untuk driver akun atas nama Maria Hanavie, lalu 27 ponsel untuk pemesanan penumpang fiktif, kartu ATM masing-masing atas nama tersangka dan atas nama ayahnya, serta selembar kartu ATM.

Menurut AKBP Arman Asmara driver diwajibkan membayar Rp 350.000 untuk Maria Hanavie setiap bulan.

"Dalam kelompok ini, pembiayaan service mobil dan pembelian ponsel untuk pelor yang digunakan para driver fiktif," ungkap AKBP Arman Asmara saat rilis di Bid Humas Polda Jatim.

Arman Asmara  memaparkan kelompok ini juga memberondong bonus dan disiapkan 120 unit ponsel untuk pemesanan penumpang fiktif.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas