Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub Jawa Barat

Elektabilitas RINDU Turun, Tim Pemenangan: Peran Uu Harus Dimaksimalkan

Mesin partai juga diminta bekerja lebih maksimal lagi demi kemenangan ditambah elektabilitas naik

Elektabilitas RINDU Turun, Tim Pemenangan: Peran Uu Harus Dimaksimalkan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pasangan calon Gubernur dan Wail Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy berfoto bersama di atas panggung pada acara Hari Lahir (Harlah) Ke-45 PPP di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu (11/2/2018). Acara tersebut, diisi dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti ribuan warga. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duet calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum akan melakukan evaluasi menyusul keluarnya hasil survei dari Litbang Kompas.

Hasil survei tersebut menempatkan duet RINDU berada di bawah pasangan Deddy Mizwar-Dedy Mulyadi dengan elektabilitas 39,9 persen.

Ketua Tim Pemenangan RINDU, Saan Mustopa mengatakan hasil survei itu harus dijadikan peyemangat bagi tim RINDU untuk bekerja lebih keras lagi dan meningkatkan soliditas. Mesin partai pengusung RINDU juga harus bekerja lebih maksimal.

"Sebab partai punya struktur sampai di tingkat bawah,” ujar Saan dalam pernyataan persnya, Kamis(15/3/2018).

Kalau melihat hari ini, lanjut Saan, kekuatan RINDU ada di perkotaan dan kaum milenial yang sudah digarap oleh Kang Emil.

Tapi, pasangan RINDU belum berhasil menguasai pemilih tradisional di pedesaan.

Untuk itu, tantangannya adalah bagaimana RINDU mampu menguasai pemilih tradisional di pedesaan.

"Peran Kang Uu harus dimaksimalkan untuk meraih dukungan pemilih di pedesaan,” ujarnya.

Saan juga merekomendasikan ke depan, model kampanye RINDU harus lebih masif, terstruktur dan mendekatkan paslon ke pemilih.

"Misalnya struktur partai dan konstituen diajak ngobrol dan menginap di rumah tokoh atau warga. Dampaknya pasti rame ketika tahu ada Kang Emil nginap di rumah warga di desa itu,” ujar dia.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas