Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Proyek Tol Roboh

Penjelasan Wika Terkait Insiden Pekerjaan Jalan Tol Manado–Bitung di Sulawesi Utara

WIKA bersama Basarnas, Brimob dan Kodim setempat bekerjasama dalam penanganan evakuasi 21 korban yang bekerja di lokasi

Penjelasan Wika Terkait Insiden Pekerjaan Jalan Tol Manado–Bitung di Sulawesi Utara
TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
Petugas Basarnas melakukan proses pencarian terhadap dua pekerja korban longsor Overpass Tol Manado-Bitung di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa (17/4/2018). Sebanyak tiga pekerja menjadi korban longsor pada sekitar pukul 12.00 siang, dan sejauh ini salah satu korban bernama Mustari asal Blitar, telah berhasil ditemukan selamat dan langsung di bawa ke RS Lembean. TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Wijaya Karya (Wika) angkat bicara terkait insiden yang terjadi di Proyek Jalan Tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (17/4/2018) siang.

Wika mengklarifikasi kalau proyek yang runtuh bukan dari konstruksi pembangunan tol tetapi bagian konstruksi overpass atau jalan layang sebagai penghubung atau akses Jl. Tumaluntung yang kemudian akan diikuti dengan pekerjaan konstruksi underpass Jalan Tol Manado Bitung.

Pembangunan overpass telah dilaksanakan sejak Senin (16/4/2018) dengan spesifikasi panjang bentang 36 meter dan lebar 10 meter.

Kemudian pada Selasa (17/4/2018) pukul 13.58, pekerjaan pengecoran insitu pada salah satu slab, tiba-tiba runtuh, dimana salah satu slab dengan spesifikasi dan metode kerja yang sama telah berhasil dibangun.

"Dengan demikian dapat kami sampaikan klarifikasi bahwa konstruksi yang runtuh adalah overpass akses Jl. Tumaluntung yang melintas di atas lokasi r encana Jalan Tol Manado - Bitung (underpass) dan bukan konstruksi Jalan Tol Manado Bitung (belum terbangun)," ungkap Puspita Anggraeni, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya, melalui keterangan resminya, Selasa (17/3/2018).

WIKA bersama Basarnas, Brimob dan Kodim setempat bekerjasama dalam penanganan evakuasi 21 korban yang bekerja di lokasi.

Lima orang pekerja telah mendapatkan perawatan dan sudah diizinkan untuk kembali pulang, adapun 14 orang mendapat perawatan inap untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan.

Kemudian dua orang pekerja masih mendapatkan pertolongan di lokasi.

Wika siap bertanggung jawab penuh terhadap semua korban dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian ini dan memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik.

"Perseroan berkomitmen untuk memulihkan dan mengamankan lokasi serta menyelesaikan pekerjaan Jalan Tol Manado Bitung dengan
memperhatikan aspek safety, quality, dan time delivery," kata Puspita.

Wika pun memastikan insiden ini tidak mempengaruhi target waktu penyelesaian Proyek Jalan Tol Manado Bitung agar dapat segera memberikan manfaat keekonomian bagi masyarakat Sulawesi Utara pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

--

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Berita Terkait :#Proyek Tol Roboh

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas