Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

PJR di Jalan Poros Kaltim Dikawal Empat Brimob Bersenjata Lengkap

Kepolisian tak mau ambil risiko dan tidak ingin lengah, sehingga penebalan keamanan sampai kepada kantor atau pos polisi yang jauh dari keramaian

PJR di Jalan Poros Kaltim Dikawal Empat Brimob Bersenjata Lengkap
Istimewa
Sebanyak 4 anggota Brimob Polda Kaltim bersenjata lengkap jaga pos PJR KM 23 Jalan Soekarno-Hatta dan Pos PJR Sungai Terik Poros Kaltim-Kalsel, Kamis (17/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Keamanan 5 pos PJR Polda Kaltim dipertebal. Sebanyak 4 personel Brimob Polda Kaltim bersenjata lengkap turut menjaga pos jaga yang terletak di jalan-jalan poros Kaltim.

Ini upaya antisipasi, mengingat aparat keamanan saat ini jadi sasaran serangan teror kelompok radikal atau teroris Indonesia. Sebut Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Subandriya melalui Kasat PJR AKBP Bramanti Agus, Kamis (17/5/2018).

 Adapun pos PJR yang tersebar di Kaltim di antaranya, Pos PJR KM 23 Balikpapan, KM 51 Kukar, Perangat poros Samarinda-Bontang, Terik poros Kaltim-Kalsel dan Kingbeng poros Bontang-Berau.

"Selama 24 jam mereka backup anggota PJR di Pos. Sampai kapan? Hingga waktu yang tak ditentukan," ujar Bramanti.

Kepolisian tak mau ambil risiko dan tidak  ingin lengah, sehingga penebalan keamanan sampai kepada kantor atau pos polisi yang jauh dari keramaian.

"Masyarakat sekitar bila melihat hal mencurigakan, bisa langsung lapor ke pos PJR. Tanpa harus ke kota dulu. Penanganannya juga bisa lebih cepat dan taktis," bebernya.

Pemberitaan sebelumnya, Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Mulyadi menyatakan dengan maraknya aksi teror bom yang terjadi di Indonesia, pihaknya siaga 1 melakukan deteksi pergerakan kelompok teroris di Kaltim.

"560 personel siaga 1. Ini hanya setengah kekuatan yang kami miliki," kata Mulyadi.

Pihaknya juga melakukan upaya deteksi dini terkait pergerakan oknum atau kelompok yang terindikasi terlibat dalam jaringan terorisme. Mulyadi tak bisa menampik adanya paham radikal yang berkembang di Kaltim. Sebab itu tugas Polri melalukan antisipasi dan upaya preventif.

"Kami bantu Polda untuk deteksi dini, pengumpulan bahan keterangan, tentang mantan-mantan napi teroris atau orang-orang yang masih punya paham radikal," tuturnya.

Mulyadi juga menginstruksikan jajarannya melakukan patroli menyasar tempat keramaian dan rumah ibadah. Jajarannya juga melakukan latihan khusus terkait pola-pola sterilisasi TPTKP bilamana ancaman bom terjadi di Kaltim.

"Setiap batalyon punya tim patroli. Satu batalion 2 regu, masing-masing 5 personel. 24 jam. Muter terus. Kita juga sinkronisasi dengan Polres Balikpapan dan Sabhara Polda Kaltim," ungkapnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas