Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Begini Penjelasan Lion Air Terkait Bomb Joke yang Dilakukan Calon Penumpang di Bandara Tarakan

Hasil pemeriksaan adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan

Begini Penjelasan Lion Air Terkait Bomb Joke yang Dilakukan Calon Penumpang di Bandara Tarakan
Lion Air
Lion air 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lion Air memberikan klarifikasi terkait JT 261 dikarenakan ada gurauan bom (bomb joke) dari seorang penumpang laki-laki berinisial EF (28) dengan nomor kursi sesuai boarding pass yaitu 26A.

Bandar Udara Internasional Juwata, Tarakan, EF mengaku membawa bom di dalam tas (barang bawaan) ketika dalam proses di jalur pemeriksaan (security check point/ SCP) untuk masuk ke ruang tunggu keberangkatan (boarding gate).

"EF merupakan penumpang JT 261 yang rencananya akan melakukan penerbangan lanjutan (connecting flight) dari Balikpapan ke Surabaya," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air kepada Tribunnews, Jumat (18/5/2018).

Hasil pemeriksaan adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan serta prosedur penanganan penumpang, Lion Air menurunkan/ tidak menerbangkan (offload) EF berikut barang bawaannya.

Baca: Polisi Selidiki Pengedar Video Terduga Teroris di Tarakan

Lion Air telah menyerahkan EF ke petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec airport) Tarakan, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) dan pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

Lion Air Group menghimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun publik/ masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat. Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan “tindakan melanggar hukum”, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib.

"Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional," katanya.

Pesawat lepas landas pukul 12.55 WITA sesuai jadwal terbang dan tiba di Balikpapan pukul 14.00 WITA, dengan membawa 209 penumpang dewasa, tiga anak-anak serta tiga bayi.

Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Boeing 737-900ER (B739) registrasi PK-LHY adalah dalam kondisi laik terbang dan aman (safety). 

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas