Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bom di Surabaya

Kesaksian Yesaya, Satpam Gereja yang Mengejar Mobil Pelaku Bom Bunuh Diri hingga Meledak

Pelaku adalah seorang ibu bersama dua anaknya yang masih kecil. Ketiganya tewas dalam ledakan bom bunuh diri ini.

Kesaksian Yesaya, Satpam Gereja yang Mengejar Mobil Pelaku Bom Bunuh Diri  hingga Meledak
Surya
Yesaya Bayang, satpam Gereja Jl Dipenegoro, korban serangan bom bunuh diri yang kini dirawat di Ruang Perawatan Bedah G 1 RSAL Surabaya, Jumat (18/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tangan kanan Yesaya Bayang masih terus dalam balutan kain khusus.

Sementara kakinya hancur karena tekena serpihan bahan peledak bom yang meledak di Gereja GKI Jl Diponegoro Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Saat ini, Yeyasa tengah dirawat di Ruang Perawatan Bedah G1 RSAL Surabaya.

Satpam gereja ini kaki dan tangannya hancur setelah mengejar pelaku yang membawa bom.

Pelaku adalah seorang ibu bersama dua anaknya yang masih kecil. Ketiganya tewas dalam ledakan bom bunuh diri ini.

Baca: Siapa Pengendara Mobil Mewah Alphard yang Sering ke Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya

Namun Yesaya yang ada persis di belakang mengejar pelaku menjadi korban.

Yesaya pada hari Minggu (13/5/2018) pagi mengejar perempuan bawa anak yang tiba-tiba masuk gereja. Perempuan dan dua anaknya pakai cadar.

"Saya mengejar mereka hingga tempat parkir. Tapi tiba-tiba meledak," ucap Yesaya yang tinggal di Banyuurip.

Dia tak menduga kalau yang dikejar membawa bom.

Sampai akhirnya ledakan itu persis mengenai dirinya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Surya

Berita Terkait :#Bom di Surabaya

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas