Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Terorisme

Mutiara Sempat Dengar Suara Ledakan Sehari Sebelum Penggerebekan Densus 88 di Kampus Unri

Mutiara Shinta, Pjs Ketua Umum Mapala Sakai dan juga mahasiswi Universitas Riau (UR), mengaku sempat mendengar ada suara ledakan pada Jumat malam.

Mutiara Sempat Dengar Suara Ledakan Sehari Sebelum Penggerebekan Densus 88 di Kampus Unri
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UR dipasangi garis polisi, Sabtu (2/6/2018) siang, sejumlah barang dibawa. TRIBUN PEKANBARU/RIZKY ARMANDA 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Mutiara Shinta, Pjs Ketua Umum Mapala Sakai dan juga mahasiswi Universitas Riau (UR), mengaku sempat mendengar ada suara ledakan pada Jumat malam.

Tepatnya sehari sebelum penggerebekan dan penggeledahan yang dilakukan aparat dari Densus 88 Anti Teror pada Sabtu (2/6/2018) siang di kampus UR.

Kepada wartawan, Senin (4/6/2018) dia bercerita, saat itu dirinya bersama beberapa orang anggota Mapala Sakai lainnya, sedang berada di homestay yang terletak di lingkungan kampus FISIP UR.

"Selepas buka puasa, saat itu posisi saya sedang salat maghrib. Sekitar jam 7 lah. Terdengar suara seperti letupan mercon biasa," kata Mutiara kepada Tribun Pekanbaru.

Mutiara mengatakan dia mendapat informasi jika security kampus FISIP mendengar sumber suara ledakan. Diperkirakan berasal dari lapangan basket FISIP.

Baca: Ribuan Ikan Koi Penuhi Kali Kecil, Kiat Masih Penasaran Meski Sudah Menangkap 500 Ekor

Namun Mutiara sendiri tidak bisa memastikan suara tersebut sebenarnya berasal dari benda apa dan di mana.

Sempat beredar rumor jika Z, alumni FISIP UR yang juga anggota alumni Mapala Sakai yang diamankan Densus 88 lantaran diduga terlibat jaringan teroris, sedang melakukan uji coba peledakan bom.

"Kita tidak tahu pasti itu suara apa dan di mana. Karena saat itu kita posisinya sedang di homestay. Suaranya tidak besar, seperti letupan mercon biasa. Jadi kami pun tidak terlalu ambil pusing waktu itu," ungkapnya.

Sedangkan Z dikatakan dia, saat itu tidak diketahui di mana keberadaannya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas