Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penangkapan Terduga Teroris

Sang Istri Kaget Eko Purwanto Ditangkap Densus 88

Wahyu Riyanti (44), istri terduga teroris Eko Purwanto mengaku kaget saat mendapati suaminya ditangkap Densus 88 terkait kasus terorisme.

Sang Istri Kaget Eko Purwanto Ditangkap Densus 88
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Lokasi penangkapan Eko Purwanto, di depan gerbang desa Nawangsari. TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Wahyu Riyanti (44), istri terduga teroris Eko Purwanto yang ditangkap pada Senin (4/6/2018) pagi mengaku kaget saat mendapati suaminya ditangkap Densus 88 terkait kasus terorisme.

Ia menceritakan kala itu setelah makan sahur, sang suami pamit mengantar makanan untuk anaknya.

Namun saat ditunggu hingga matahari tiba, sang suami tak kunjung pulang.

"Saya juga hendak ke pasar membeli bahan makanan untuk saya berjualan, saya tunggu kok tak kunjung pulang, niatnya minta ditemani belanja," kata Wahyu yang terduduk lemas.

Sepulangnya dari pasar, anggota Densus 88 mendatangi rumahnya dan memberi tahu bahwa sang suami telah diamankan oleh pihak Densus 88.

Baca: Ribuan Ikan Koi Penuhi Kali Kecil, Kiat Masih Penasaran Meski Sudah Menangkap 500 Ekor

"Yang datang pakai preman dan banyak. Kemudian menggeledah seluruh rumah. Ditanyai mana barang milik suami saya, kemudian mereka membawa handphone suami saya," lanjutnya.

Riyanti menambahkan dia dan sang suami baru menikah enam bulan lalu dan langsung mengontrak rumah di perumahan Nawangsari Indah.

Sebelumnya dia dan sang suami pernah menjalin hubungan suami istri namun karena sesuatu ia dan suaminya berpisah.

"Saya istri pertama, karena ada sebuah masalah kemudian kami berpisah 20 tahun yang lalu. Kemudian dia menikah dengan istri kedua, namun istri keduanya telah meninggal dua tahun yang lalu. Baru November tahun saya pulang dari luar negeri dan pada bulan Januari kami rujuk," terangnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas