Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gunung Ciremai Kuningan Terbakar, BNPB Kerahkan Helikopter Mi-8 untuk Memadamkan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal menggunakan helikopter Mi-8 untuk memadamkan kebakaran kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

Gunung Ciremai Kuningan Terbakar, BNPB Kerahkan Helikopter Mi-8 untuk Memadamkan
Istimewa
Sejumlah petugas saat memantau kepulan asap di lokasi lahan terbakar di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNNEWS.COM, KUNINGAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal menggunakan helikopter Mi-8 untuk memadamkan kebakaran kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, diterjunkannya helikopter Mi-8 itu untuk melakukan water boombing apabila penanganan lewat darat tidak teratasi.

Helikopter sewaan dari BNPB bersiaga di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (3/9/2015). Helikopter untuk water bombing diharapkan membantu tim darat yang bertugas mencari dan memadamkan titik api di Provinsi Riau. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)

"Sampai saat ini upaya pemadaman masih dilakukan secara langsung ke titik api," ujar Agus Mauludin melalui pesan singkatnya, Kamis (11/10/2018).

Ia mengakui dukungan personel dari BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat sudah tiba.

Mereka telah bergabung dengan petugas dari unsur lainnya untuk mengupayakan pemadaman langsung.

Menurut Agus, kondisi medan yang berbukit dan bebatuan yang didominasi tumbuhan alang-alang serta perdu yang mengering, membuat proses pemadaman api sulit dilakukan.

Selain itu, arah angin yang berubah-ubah juga turut menjadi kendala bagi petugas di lapangan.

"Hingga hari ke-12 ini masih ada dua titik api di sebelah selatan Blok Panyusupan Batu Arca dan Blok Bintangot," kata Agus Mauludin.

Hingga kini kebakaran yang terjadi sejak Minggu (30/9/2018) siang itu dinyatakan belum padam sepenuhnya.

Saat ini, api yang masih menyala itu sedikit lagi sampai ke kawasan hutan alam di gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas