Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Usai Lakukan Serangkaian Penggeledahan di Kabupaten Malang, KPK Tetapkan Tiga Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna atau RK sebagai tersangka.

Usai Lakukan Serangkaian Penggeledahan di Kabupaten Malang, KPK Tetapkan Tiga Tersangka
surya/hayu yudha prabowo
Bupati Malang, Rendra Kresna memberikan keterangan pada wartawan paska penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Bupati Malang di Kawasan Pendopo Kabupaten Malang, Jalan H Agus Salim, Kota Malang, Senin (8/10/2018) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna atau RK sebagai tersangka.

Rendra Kresna ditetapkan sebagai tersangka atas dua kasus. Kasus pertama adalah dugaan suap pengadaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan.

Sementara kasus kedua adalah dugaan menerima gratifikasi sejumlah proyek.

Selain Rendra Kresna, KPK juga menetapkan dua nama lain yakni Eryk Armando Talla atau EAT untuk kasus dugaan pemberian gratifikasi.

Kamudian ada Ali Murtopo yang ditersangkakan dalam kasus dugaan suap pengadaan sarana penunjang mutu pendidikan di Kabupaten Malang. Penetapan tersebut dilakukan langsung oleh KPK di Jakarta pada Kamis (11/10/2018) petang.

Setelah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka, salah satu anggota tim kuasa hukum Bupati Malang, Gunadi Handoko menyebut bahwa klienya akan menghormati proses hukum yang berlaku.

Namun demikian, ia memastikan akan memberikan pembelaan secara maksimal sesuai tugasnya.

"Tentunya kami menghormati saja apa yang disampaikan KPK. Sementara kami sebagai penasihat hukumnya tentu akan melakukan pembelaan semaksimal mungkin sesuai ketentuan yang berlaku," ucapnya Kamis (11/10/2018).

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai dua kasus yang disangkakan kepada klienya, ia menyebut belum mengetahui secara keseluruhan.

"Kalau yang gratifikasi adalah berdasarkan Sprindik yang pertama. Kalau untuk kasus dugaan suap sampai saat ini saya masih belum membaca. Mungkin nanti saat ketemu dengan pak Rendra akan membahas hal itu," tambahnya.

Tak hanya itu, Gunadi menambahkan bahwa dirinya bersama tim kuasa hukum mengarahkan kepada klienya untuk kooperatif. Termasuk juga memastikan klienya akan hadir memenuhi panggilan KPK di Jakarta, pada Senin (15/10/2018) mendatang.

"Surat pemanggilannya sudah datang tadi siang. Kami mengarahkan kepada pak Rendra untuk kooperatif terhadap panggilan KPK untuk bisa mendapatkan kejelasan. Beliau dipanggil untuk diperiksa dengan status sebagai tersangka," tambahnya.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi mengenai temuan uang sejumlah SGD15.000 Dollar Singapura di ruang kerja Bupati, Gunadi mengakui uang tersebut merupakan koleksi.

"Selama itu bukan pemberian maka bukan termasuk gratifikasi. Nanti tinggal dibuktikan saja. Pastinya KPK akan menanyakan hal itu dan pak Rendra akan memberi jawaban," tandasnya

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas