Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Polda Kalbar Bbeberkan Hasil Visum Korban Penganiayaan Istri Oknum Polisi

Dalam waktu dekat MHN akan di lakukan pemeriksaan oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar

Polda Kalbar Bbeberkan Hasil Visum Korban  Penganiayaan Istri Oknum Polisi
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Nia Kurnia (43) terbaring lemah, di Ruang Rawat Inap Elisabeth Nomor 22 Rumah Sakit Antonius, Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (02/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Polda Kalbar beberkan hasil visum yang di terima penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar kasus penganiayaan yang dilakukan oleh MHN istri Perwira Menengah Polresta Pontianak terhadap Nia Kurnia istri dari seorang anggota Polsek Pelabuhan Dwikora Pontianak.

‎Terkait perkembangan penanganan Perkara ‎tersebut kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo menuturkan saat ini penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar telah menerima Visum Et Repertum.

"Hasil visum diterangkan, terdapat rasa nyeri ada tekanan pipi dan leher,"ujar Kabid Humas Polda Kalbar pada Jumat (9/11/2018)

Kombes Pol Nanang Purnomo menuturkan sebelumnya kemarin status perkara sudah di tingkatkan dari pengaduan jadi laporan polisi, korban telah di lakukan pemeriksaan lanjutan.

"Selain itu sudah beberapa saksi juga di mintai keterangan sebanyak 5 orang yakni diantaranya anggota kepolisian yakni anggota Piket Jaga rumah dinas jabatan Kapolresta Pontianak dan kakak kandung pelapor,"ujar Nanang.

Baca: Jual-beli Berlian Istri Polisi di Pontianak Berujung Penganiayaan, Istri Perwira Pukul Istri Bawahan

Kabid Humas Polda Kalbar juga menuturkan penyidik Ditreskrimum telah melakukan penyitaan terkait perkara tersebut, seperti sejumlah barang bukti juga turut di sita yakni satu helai kerudung beserta bross milik korban yang digunakan saat kejadian, uang tunai Rp 8 juta dan satu cincin berlianberserta sertifikat.

"Dalam proses penyidikan, apabila penyidik Polri telah mendapatkan dua alat bukti yang kuat, maka penetapan status pelaku menjadi tersangka, tidak perlu menunggu yang bersangkutan di periksa,"kata Nanang

Dikatakannya dalam waktu dekat MHN akan di lakukan pemeriksaan oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar,"katanya

Kemudian Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo menegaskan Penyidik Polri akan terus melakukan proses hukum secara profesional.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas