Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir dan Longsor di Sumbar Mengakibatkan 2 Orang Meninggal, Satu Korban Hanyut Belum Ditemukan

Bencana banjir dan longsor yang menerjang Sumatera Barat mengakibatkan dua orang meninggal, dua orang luka-luka, satu korban hanyut belum ditemukan.

Banjir dan Longsor di Sumbar Mengakibatkan 2 Orang Meninggal, Satu Korban Hanyut Belum Ditemukan
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengatakan saat ini sudah ada empat kabupaten di Riau yang sudah ditetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor. TRIBUN PEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG 

TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Bencana banjir dan longsor kembali menerjang Sumatera Barat. Tiga kabupaten/kota dilaporkan mengalami dampak terparah.

Akibatnya, dua orang meninggal, dua orang luka-luka, satu korban hanyut belum ditemukan dan 100 KK mengungsi ke wilayah terdekat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho merilis, longsor terjadi di Desa Sintuak Nareh Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, Jumat (9/11/2018) dan mengakibatkan satu orang meninggal atas nama Sawitri (23) karena diterjang material longsor yang melanda rumahnya.

Sementara penghuni lainnya Sri Wahyuni (16) dan Sahrial (52) hanya mengalami luka-luka.

Tak hanya itu, di Desa Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman satu orang dilaporkan hanyut dan tim SAR masih dalam upaya pencarian.

Banjir menerjang pada Kamis (17/11/2018) lalu.

Sementara itu, Di Pasaman Barat, banjir dan longsor melanda Desa Parik Kecamatan Koto Balingka pada Kamis (7/11/2018) yang menyebabkan satu orang meninggal dunia atas nama Ahmad (10).

Baca: Kisah Putri, Penyintas Gempa dari Perumnas Balaroa: Ayah Ibunya Meninggal Terjepit Tanah Terbelah

Akibat banjir dan longsor tersebut dilaporkan 100 KK mengungsi ke jorong terdekat, dua rumah hanyut, satu musala rusak dan dua jembatan gantung rusak berat.

Terkait bencana ini menurut Sutopo, BPBD setempat telah melakukan beberapa penanganan.

Di antaranya melakukan evakuasi, membagikan bantuan, mendirikan dapur umum dan pos darurat.

"Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Intensitas hujan akan terus meningkat sehingga potensi bencana juga meningkat," terang Sutopo dalam rilisnya, Sabtu (10/11/2018).

Selain itu masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas saat cuaca mendung atau hujan.

Cermati tanda-tanda potensi longsor di sekitar lereng perbukitan.

"Beberapa tanda potensi longsor adalah munculnya retakan, munculnya rembesan atau mata air, pohon miring dan lainnya," kata Sutopo. (Kompas.com/Rahmadhani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir dan Longsor di Sumbar, Dua Meninggal 100 KK Mengungsi"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas