Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lebih dari 1.000 Bidang Tanah Pemda Batanghari Belum Bersertifikat

Hingga saat ini tercatat sedikitnya 1.000 bidang tanah pemda dari beragam jenis belum bersertifikat.

Lebih dari 1.000 Bidang Tanah Pemda Batanghari Belum Bersertifikat
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Sertifikat tanah. TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNNEWS.COM, MUARA BULIAN - Hingga saat ini tercatat sedikitnya 1.000 bidang tanah pemda dari beragam jenis belum bersertifikat.

Badan Pengelolalaan Barang dan Aset Daerah menyebut banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

Dari delapan kecamatan yang berada di Kabupaten Batanghari masih terdapat ribuan tanah yang belum memiliki status, atau belum memiliki hak milik resmi dari pemerintah Batanghari.

Berdasarkan data yang terhimpun Tribunjambi.com dari Badan Pengelolaan Barang dan Aset Daerah, hingga saat ini lebih kurang terdapat lebih dari 1000 bidang tanah pemda yang masih belum bersertifikat dan tersebar di setiap kecamatan.

Pihaknya berencana hingga akhir Desember mendatang, akan melakukan pengukuran lebih kurang 55 bidang (persil) tanah pemda yang berada di setiap kecamatan di puskesmas dan sekolahan.

"Untuk 121 persil, terdiri dari puskesmas dan sekolahan yang belum diukur akan bekerja sama dengan pihak perkim untuk melakukan pengukurannya," ujar Kepala Badan Pengelolaan Barang Milik Daerah, Yennedi kepada Tribunjambi.com.

Dikatakan Yennedi, yang menjadi kendala pihaknya dalam menyelesaikan tanah tersebut di antaranya terbentur tenaga SDM dan biaya lapangan.

Selain itu ada juga beberapa tanah bermasalah atau tanah sengketa seperti di Desa Koto Boyo.

"Namun untuk 121 lahan tadi ditarget 2019 rampung," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jambi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas