Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kronologi Tewasnya Pemain Bola Asal Tuban yang Disambar Petir saat Bertanding dan Tubuhnya Berasap

Seorang pemain sepakbola di Tuban tewas tersambar petir saat bertanding pada Sabtu (12/1/2019) pukul 17:15 WIB. Berikut kronologi kejadiannya.

Kronologi Tewasnya Pemain Bola Asal Tuban yang Disambar Petir saat Bertanding dan Tubuhnya Berasap
Istimewa
Pemain Bola Asal Tuban Disambar Petir saat Bertanding dan Tubuhnya Keluarkan Asap, Ini Kronologinya - 

TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Nasib naas menimpa Saiful Bakhtiar (26), warga Dusun Santren, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Dia tewas setelah tubuhnya disambar petir saat bertanding sepakbola persahabatan antara Kecamatan Singgahan melawan Kecamatan Bangilan.

Saiful Bakhtiar yang merupakan pemain bola di daerahnya, tewas disambar petir ketika bertanding di lapangan Desa Bangilan, Tuban, Sabtu (12/1/2019), pukul 17:15 WIB.

Kapolsek Bangilan, AKP Budi Handoyo mengatakan, kronologi terjadinya Saiful Bakhtiar disambar hingga tewas, bermula saat bertanding sepakbola dalam cuaca hujan.

Sebelum pertandingan, petir saat hujan sudah terdengar suara gemuruh langit disertai petir.

Tiba-tiba korban tersambar petir, saat cuaca dalam kondisi hujan.

Lalu secara tiba-tiba, lanjut Budi Handoyo, petir menyambar salah satu pemain yaitu Saiful Bakhtiar.

Dia langsung tergeletak dan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.

"Petir langsung menyambar begitu saja, saat pertandingan sepakbola berlangsung, korbannya Saiful Bakhtiar," ujar Kapolsek Budi Handoyo.

Budi menjelaskan, teman-temannya yang mengetahui korban tersambar petir lalu menolongnya untuk dibawa ke Puskesmas Bangilan.

Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan medis juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, korban tewas murni karena tersambar petir.

Pihak keluarga korban juga telah menerima kejadian memilukan itu dan meminta untuk tidak di otopsi.

"Korban tidak selamat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihak keluarga juga sudah menerima kejadian itu," pungkas Kapolsek Budi Handoyo.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Miftah
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas