Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Bagi-bagi Hadiah, Tim Sukses Caleg di Bantul di Tuntut 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Juta

-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bantul menuntut terdakwa kasus pidana pemilu, Durori dengan hukuman dua bulan penjara dan denda Rp 1 juta.

Bagi-bagi Hadiah, Tim Sukses Caleg di Bantul di Tuntut 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Juta
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNNEWS.COM -Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bantul menuntut terdakwa kasus pidana pemilu, Durori dengan hukuman dua bulan penjara dan denda Rp 1 juta.

"Jaksa Penuntut Umum menuntut hakim memutus dengan menyatakan terdakwa bersalah, dengan menjatuhkan pidana penjara dua bulan dan denda Rp1 juta, subsider satu bulan penjara jika denda tidak dibayarkan," kata JPU, Sabar Sutrisno, saat membacakan tuntutan dalam kasus pidana pemilu di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (14/1/2019).

Jaksa di dalam persidangan menilai Durori bersalah karena telah membagi-bagikan hadiah atau doorprize kepada jemaah dalam acara kampanye calon angota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Hilmy Huhammad atau Gus Hilmy.

Selama proses tahapan pemilu sampai pertengahan Januari 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mencatat ada sebanyak 30 kasus dugaan pelanggaran yang terjadi di Kabupaten/kota se-DI Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, dua kasus di antaranya tidak dilanjutkan karena dianggap tidak memenuhi syarat formil materil.

Kordiv Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih mengatakan dari semua dugaan pelanggaran pemilu, 25 kasus di antaranya merupakan hasil temuan Bawaslu kabupaten/ kota dan Bawaslu DIY.

Sisanya merupakan laporan dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Bawaslu.

"Bentuk pelanggarannya macam-macam. Ada pelanggaran kode etik, administrasi, pidana pemilu, hingga politik uang," kata Sri Rahayu, saat ditemui di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (14/1/2019).

Sri Rahayu datang ke Pengadilan Negeri Bantul untuk menghadiri sidang pidana pemilu dengan terdakwa Durori, yang merupakan tim pelaksana kampanye dari calon anggota DPD RI Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas