Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pecatan Polisi Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras ke Mantan Kadiv Pemasyarakatan Kalsel

Disinggung adanya satu dari tiga tersangka yang sebelumnya sudah diamankan adalah merupakan oknum aparat, Sofyan membenarkannya.

Pecatan Polisi Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras ke Mantan Kadiv Pemasyarakatan Kalsel
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Sisa cairan air keras yang sempat disiram kepada Kadiv Permasyarakatan (Kadiv PAS) Kanwil Kemenkumham Kalsel, Asep Syarifuddin di Cafe Capung, Jalan S Parman, Banjarmasin 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel sampai saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tiga diduga pelaku utama penyiraman air keras menimpa mantan Kadiv Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Kalsel.

Senin (14/1/2019) siang tadi, Kombes Pol Sofyan Hidayat enggan membeberkan identitas tiga diduga pelaku utama tersebut, namun ia memastikan penyelidikan tetap terus berjalan.

"Untuk motif nanti, setelah para pelaku utama tertangkap ya. Saat ini masih ada tiga orang diduga pelaku utama yang masih kami lakukan pengejaran," jelasnya.

Disinggung adanya satu dari tiga tersangka yang sebelumnya sudah diamankan adalah merupakan oknum aparat, Sofyan membenarkannya.

Hanya saja menurutnya oknum yang terlibat tersebut sudah merupakan pecatan Polri.

Keterlibatannya tambah Sofyan lagi, hanya turut membantu membelikan wadah berupa Tupperware.

Namun bagaimana pun, karena yang bersangkutan telah membiarkan tindak pidana kejahatan terjadi, sehingga proses hukum tetap berlaku.

"Ya, karena harusnya dia melarang (mengetahui kejahatan akan terjadi), tapi justru membantu," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Dirkrimum Sebut Oknum Terlibat Penyiraman Air Keras Kadiv Pemasyarakatan Merupakan Pecatan

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas