Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hendi Targetkan 2020 Kota Semarang Tanpa Wilayah Kumuh

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meyakinkan jika dirinya tidak akan berhenti dalam megupayakan perubahan wajah kota.

Hendi Targetkan 2020 Kota Semarang Tanpa Wilayah Kumuh
Pemkot Semarang
Dirinya menegaskan jika dalam program rehab rumah tidak layak huni perlunya penentuan sasaran yang tepat di mana penerima bantuan, dimana pemilik rumah memang benar mengharapkan rehab karena rumahnya tidak nyaman, tidak sehat, dan yang bersangkutan berpenghasilan rendah. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meyakinkan jika dirinya tidak akan berhenti dalam megupayakan perubahan wajah kota, salah satunya dengan menghapus wilayah kumuh di Kota Semarang.

Catatan Pemerintah Kota Semarang sendiri pada tahun 2015 setidaknya ada 415 Ha wilayah Kota
Semarang yang masuk kategori kumuh. Di tahun 2016 luasan tersebut berkurang menjadi 294,37 Ha, kemudian tahun 2017 kembali dapat diturunkan menjadi 216,12 Ha, hingga pada tahun 2018 hanya tersisa 112,49 Ha saja.

Dan dari sisa tersebut di tahun 2019, Pemerintah Kota Semarang memproyeksikan mampu menangani 90,28 % dari luasan tersebut, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran sebanyak 105 miliar untuk
program penuntasan kawasan kumuh.

Tren positif Pemerintah Kota Semarang dalam penanganan wilayah kumuh membuat Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu optimis jika kawasan kumuh di Kota Semarang pada tahun 2020 bisa menjadi 0%, atau zero wilayah kumuh.

Keyakinan tersebut juga diperkuat dengan upaya rehab rumah tidak layak huni di Kota Semarang, yang dapat didorong semakin masif.

Setidaknya hal itu terlihat dari semakin bertambahnya jumlah rumah tidak layah huni yang direhab di Kota Semarang setiap tahunnya.

Adapun pada tahun 2011 hanya ada sebanyak 204 unit rumah di tahun tersebut. Jumlah itu kemudian terus meningkat hingga di tahun 2019 ini akan ada sebanyak 3.233 unit Rumah Tidak Layak Huni yang akan direhab.

Yang kemudian jika ditotal, tak kurang ada 7.155 rumah tidak layak huni direhab di Kota Semarang. Pada tahun 2019 ini rehab rumah tidak layak huni akan dikerjakan melalui sumber pendanaan ABPD Kota Semarang dan Dana Alokasi Khusus APBN.

Untuk ABPD KOta Semarang akan digunakan untuk mengerjakan 1.000bunit rumah di 16 kecamatan, sedangkan untuk Dana Alokasi Khusus APBN bahkan digunakan untuk mengerjakan 162 unit rumah di Kelurahan Tanjung Mas, Bandarharjo, Kelurahan Genuksari, serta Kelurahan Jabungan.

Di sisi lain, terkait program rehab rumah tidak layak huni di Kota Semarang, Wali Kota yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan masih perlu adanya evaluasi pada pelaksanaannya.

Dirinya menegaskan jika dalam program rehab rumah tidak layak huni perlunya penentuan sasaran yang tepat di mana penerima bantuan, dimana pemilik rumah memang benar mengharapkan rehab karena rumahnya tidak nyaman, tidak sehat, dan yang bersangkutan berpenghasilan rendah.

Hendi juga menekankan perlunya komunikasi yang baik terkait seberapa banyak area yang direhab sehingga harapan tidak melebihi kenyataan.

“Jangan sampai rumah sudah dirobohkan semua ternyata yang direhab hanya sebagian bahkan hanya bagian depannya saja. Hal itu Saya minta untuk dikomunikasikan di awal,” ujarnya.

Dengan menggandeng Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) dalam proses rehab RTLH tahun ini, Hendi menyambut baik dan merasa senang. Menurutnya keputusan tersebut tepat karena dapat dijadikan tolok ukur dalam upaya perbaikan dari proses rehabilitasi rumah tidak layak huni pada tahun-tahun sebelumnya.

“Saya minta dalam proses rehabilitasi kali ini, rumah yang direhab harus jadi lebih baik dan lebih sehat. Maka penekanannya agar Gapensi dapat memeriksa secara langsung dari awal pelaksanaan sampai selesai agar proses rehabnya tepat,” pungkas Hendi.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas